Korea Utara: Provokasi Amerika Serikat Ancam Perdamaian

oleh

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Korea Utara menuding Amerika Serikat terus menggunakan “ancaman dan tekanan militer” terhadap mereka. Padahal, kedua negara justru sedang bersiap melangsungkan KTT Korea Utara-Amerika Serikat yang bersejarah.

 

 

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan bahwa Amerika Serikat sengaja memprovokasi Korea Utara dengan menyatakan tidak akan mencabut sanksi sampai negeri itu menghentikan program senjata nuklir.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dijadwalkan bertemu dalam waktu dekat. Ini akan menjadi pertemuan pertama antara seorang pemimpin Amerika Serikat dan seorang pemimpin Koreaa Utara.

Sebelumnya, terjadi pertemuan bersejarah antara pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae In. Keduanya menyepakati upaya melakukan denuklirisasi kawasan itu.

Dikutip oleh kantor berita , seorang pejabat Korea Utara mengatakan bahwa Washington “menyesatkan opini publik” dengan mengatakan bahwa tekad denuklirisasi yang disepakati di Panmunjeom bulan lalu merupakan hasil dari sikap keras Amerika Serikat dengan sanksi dan tekanan lainnya.

Amerika Serikat juga merusak suasana baik saat ini dengan mengerahkan mesin-mesin militer mereka ke semenanjung Korea, tambah pejabat itu.

“Amerika Serikat sengaja memprovokasi (Korea Utara) pada saat situasi di semenanjung Korea sedang bergerak menuju perdamaian dan rekonsiliasi berkat pertemuan bersejarah utara-selatan dan Deklarasi Panmunjeom,” kata pernyataan itu.

“Tindakan mereka ini tidak dapat ditafsirkan lain dari upaya yang berbahaya untuk merusak suasana dialog yang dibangun susah payah dan menyeret situasinya jadi kembali ke keadaan semula.”

Mereka menyebut ,”tekad cinta damai Korea Utara ditafsirkan secara salah oleh Amerika Serikat sebagai tanda kelemahan dan Amerika Serikat terus melakukan tekanan dan ancaman militer.”

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dia akan tetap mempertahankan sanksi dan tekanan lainnya pada Korea Utara dan menyatakan bahwa sikap kerasnya selama ini telah membantu memfasilitasi rekonsiliasi Korea.

Pada 27 April lalu, Kim Jong Un bertemu dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae In di Panmunjeom, desa di perbatasan kedua Korea.

Kim Jong Un merupakan pemimpin Korea Utara pertama yang menginjakkan kaki di Korea Selatan sejak terjadinya peredaaan ketegangan yang praktis mengakhiri Perang Korea pada tahun 1953.

Menutup KTT itu, kedua pemimpin Korea mengatakan akan melanjutkan pembicaraan dengan Amerika Serikat dan China untuk secara resmi mengakhiri Perang Korea, yang pada tahun 1953 baru berakhir dengan gencatan senjata, bukan perdamaian total. Mereka membuat komitmen yang mengarah kepada “Semenanjung Korea yang bebas nuklir”.

Sebelumnya, selama berbulan-bulan, Kim Jong Un dan Donald Trump terlibat dalam retorika perang.

Donald Trump mengatakan tanggal dan tempat untuk KTT Amerika Serikat-Korea Utara telah ditetapkan, tetapi belum mengungkapkan detilnya.

Tudingan terbaru Korea Utara ini menunjukkan bahwa diskusi-diskusi antara Amerika Serikat dan Korea Utara nanti tidak akan berlangsung mudah, kata editor Asia di BBC Michael Bristow.

 

Sumber: Viva

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *