Dapat Grasi dari Raja Malaysia, Anwar Ibrahim Segera Gantikan Mahathir Mohamad

oleh

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Perdana Menteri Malaysia yang baru terpilih, Mahathir Mohamad (92) mengatakan bahwa Raja Malaysia bersedia memberikan grasi penuh kepada politikus Anwar Ibrahim yang dipenjara akibat kasus sodomi.

Dengan begitu, Anwar bisa segera menggantikan Mahathir, segera setelah bebas.

 

 

Kesepakatan awal, Anwar direncanakan mengganti Mahathir di tahun ketiga jabatannya sebagai perdana menteri. Namun, jika Anwar mendapatkan pengampunan kerajaan jauh lebh awal, maka proses pergantian dari Mahathir ke Anwar sebagai perdana menteri, akan semakin cepat,

Dilansir laman The Guardian, Jumat 11 Mei 2018, pengumuman pemberian maaf kerajaan kepada Anwar dilontarkkan sehari setelah Mahathir resmi menjadi pemimpin baru Malaysia. Mahathir berhasil menjadi perdana menteri setelah menggulingkan koalisi petahana yang terperosok dalam skandal korupsi senilai US$ 3,2 miliar.

“Raja telah mengindikasikan dia bersedia untuk segera mengampuni Anwar. Kami akan memulai proses yang tepat untuk mendapatkan pengampunan. Ini berarti grasi penuh. Dia harus dibebaskan segera ketika dia diampuni,” kata Mahathir pada konferensi pers di Petaling Jaya, Jumat 11 Mei 2018, seperti dilaporkan laman The Guardian.

Anwar dan Mahathir, merupakan bekas sekutu sekaligus musuh bebuyutan. Mereka bergabung untuk ikut serta dalam pemilihan dan menggulingkan pemerintahan Najib Razak. Namun, Anwar ditahan atas tuduhan sodomi dan korupsi sehingga tidak dapat mengambil alih kekuasaan sampai dia diampuni dan dibebaskan.

Mahathir mengatakan, ia ataupun Anwar, nantinya akan memprioritaskan persoalan kondisi ekonomi Negeri Jiran. Terutama stabilisasi ekonomi dan pengembalian miliaran dolar yang hilang dalam skandal korupsi di perusahaan investasi milik negara, 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

 

Ketidakpastian

Kemenangan bersejarah oposisi dalam pemilihan umum 9 Mei 2018 lalu sempat diwarnai ketidakpastian setelah pelantikan Mahathir Mohamad sebagai Perdana Menteri sempat ditunda. Najib menolak mengakui kemenangan Mahathir dan dia diduga menawarkan kandidat oposisi US$ 6 juta untuk bertukar sisi.

Namun upayanya itu gagal. Selain itu, Raja Malaysia yang sebelumnya enggan melantik Mahathir yang seharusnya diambil sumpahnya pada Kamis pagi, akhirnya bersedia melakukan itu pada pukul 21.58 waktu setempat.

Dengan berkuasanya Mahathir sekarang, Najib kemungkinan besar akan menghadapi prospek untuk diselidiki dan dituntut secara hukum karena perannya dalam skandal 1MDB, di mana us$ 681 juta diduga berakhir di rekening bank pribadinya dan mendanai banyak kegiatan foya-foya bernilai jutaan dolar untuk istrinya yang memang dikenal bergaya hidup mewah.

Ketika Najib berupaya membersihkan dirinya dari kesalahan saat masih apa pun, Mahathir telah berulang kali menyatakan keyakinannya bahwa Najib terlibat dan berjanji untuk melihat keadilan dilakukan.

Mahathir mengatakan, dirinya tidak akan mengesampingkan penuntutan Najib.

“Saya tidak membalas dendam, kami tidak ingin menghukum orang, tetapi aturan aturan hukum akan diterapkan dengan jelas.Jika Najib telah melakukan kesalahan, maka dia harus membayar harganya,” katanya.

 

Sumber: Pikiran Rakyat

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *