Abu Bakar Diburu, Guru dari Para Bomber di Surabaya

oleh

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Nama Ustaz Abu Bakar mencuat pasca teror ledakan bom di Surabaya. Dia merupakan mentor dari para keluarga teroris yang melakukan serangkaian aksi bom bunuh diri.

Baik Dita Opriarto, Anton Ferdiantono, hingga Tri Murtiono merupakan murid dari Abu Bakar. Sosok Abu Bakar pun kini sedang diburu polisi.

 

 

Dita Opriarto merupakan pelakui aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya pada Minggu 13 Mei 2018 pagi. Tiga gereja itu adalah Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia, dan Gereja Pantekosta. Dita melakukan aksinya bersama keluarganya, yaitu sang istri Puji Kuswati dan empat orang anaknya. Mereka tewas dalam aksi tersebut.

Sementara itu, Anton Ferdiantono merupakan pelaku ledakan yang terjadi di Rusunawa Wonocolo pada Minggu 13 Mei 2018 malam. Anton diduga tidak sengaja meledakkan dirinya saat mencoba merakit bom di kediamannya. Kala itu, Anton tewas bersama istrinya Puspita Sari, serta seorang anak. Dua anak Anton lainnya mengalami luka-luka dan sedang dirawat.

Pada Senin 14 Mei 2018 pagi, Tri Murtiono meledakkan dirinya di Polrestabes Surabaya. Tri meledakkan dirinya bersama istrinya Tri Ernawati dan tiga orang anaknya. Namun, salah satu anak Tri berhasil diselamatkan dan kini tengah dirawat di rumah sakit.

Untuk mengetahui siapa sebenarnya Abu Bakar dan bagaimana dia menancapkan pengaruhnya kepada keluarga Dita, Anton, dan Tri, berikut ini disajikan beberapa poin penting yang harus anda ketahui.

  • Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin pertama kali menyebut keterlibatan Ustaz Abu Bakar dalam aksi bom di Surabaya pada Selasa 15 Mei 2018. Dia mengatakan bahwa pihaknya sedang memburu sosok tersebut.
  • Sebelum peristiwa bom terjadi, Ustaz Abu Bakar selalu menggelar pengajian pekanan di rumah pelaku teror tiga gereja. Pengajian itu dilakukan di rumah Dita di Perumahan Wonorejo Asri (Wisma Indah), Rungkut, Surabaya.

  • Jemaah Ustaz Abu Bakar adalah Dita, Anton dan Tri. Kini, ketiga jemaahnya itu tewas dalam aksi bom bunuh diri yang dilakukan di beberapa titik di Surabaya.
  • Selama pengajian berlangsung, baik Dita, Anton, maupun Tri mengajak istri dan anak-anak mereka untuk ikut di dalamnya.
  • Penanaman paham radikalisme kepada anak-anak keluarga teroris di Surabaya dilakukan di pengajian tersebut. Terungkap bahwa anak-anak mereka diajak menonton tayangan jihad di dalamnya.
  • Pada tahun 2016 lalu, polisi menyebut bahwa Ustaz Abu Bakar pernah menyambangi terpidana teroris Abu Bakar Baasyir di Rutan Gunung Sindur, Bogor.

 

Sumber: kumparan

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *