Menanti Sidang Tuntutan Sang Pimpinan JAD, Aman Abdurrahman

oleh

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Terdakwa kasus terorisme yang juga pimpinan Jamaah Ansarut Daulah (JAD), Aman Abdurrahman, akan menjalani sidang tuntutan. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta (PN) Selatan, Jumat 18 Mei 2018 pukul 09.00 WIB.

 

 

Aman bukan tokoh baru dalam aksi terorisme di Indonesia. Jika menilik ke belakang, Aman pernah masuk penjara dan menjalani persidangan terkait kasus bom dan pelatihan militer kelompok teroris di Aceh.

Aman pernah ditangkap pada 21 Maret 2004, setelah terjadi ledakan bom di rumahnya di kawasan Cimanggis, Depok. Pada saat itu, ia disebut sedang melakukan latihan merakit bom.

Pada 2 Februari 2005, Aman divonis hukuman penjara selama tujuh tahun. Selesai menjalani hukuman, pada Desember 2010, Aman kembali ditangkap karena terbukti membiayai pelatihan kelompok teroris di Jantho, Aceh Besar, dan ditahan di LP Nusakambangan.

Dalam kasus pelatihan militer kelompok terorisme, Aman divonis 9 tahun penjara, hingga dinyatakan bebas. Namun, Aman tidak langsung bebas, ia dipindahkan ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Selesai menjalani persidangan terkait kasus pelatihan militer kelompok teroris di Aceh, Aman kembali menjalani persidangan di PN Jakarta Selatan hingga kini. Ia disebut menjadi otak bom Thamrin pada Januari 2016 lalu dan bom Kampung Melayu pada pertengahan 2017.

Aman dianggap sebagai orang yang berani menyuarakan atau menyampaikan hal yang benar dan menjadi rujukan dalam kajian tauhid. Ia disebut memiliki pandangan bahwa pemerintah Indonesia dan ideologi Pancasila merupakan falsafah kafir.

Akibat kajian atau ajaran yang diberikan tentang syirik akbar atau syirik demokrasi, mengakibatkan para pengkitnya mempunyai pemahaman dan terprovokasi untuk melakukan tindakan radikal.

Jaringan JAD sendiri telah tumbuh di berbagai daerah di Indonesia. Jaringan ini diduga menjadi pihak yang turut bertanggungjawab dalam serangkaian aksi terorisme di Surabaya, Sidorajo, dan Riau. Pelaku teror bom merupakan anggota JAD dari masing-masing daerah.

Bahkan, Polri menyebut rentetan bom bunuh diri di 3 gereja di Surabaya dianggap sebagai aksi balas dendam atas ditangkapnya Aman. Polisi hingga saat ini gencar memburu para anggota JAD berbagai daerah pascaaksi teror di sejumlah daerah tersebut.

Nama Aman juga sempat mencuat ke permukaan setelah adanya insiden kerusuhan di Rutan Mako Brimob, sejak Selasa 8 Mei 2018. Ia menjadi nama yang paling sering disebut saat aksi teror yang dilakukan napi terorisme tersebut.

Saat kejadian para napi teroris meminta pada negosiator untuk dipertemukan dengan Aman, yang kebetulan juga ditahan di Rutan Mako Brimob, namun di kompleks rutan yang berbeda.

Sempat tersebar rekaman suara yang diduga suara Aman di YouTube. Dalam rekaman berdurasi 2 menit tersebut, pria yang diduga Aman mengimbau agar napi terorisme yang meredam emosi terlebih dahulu.

Aman juga meminta agar para napi terorisme melepaskan sandera yang merupakan seorang Densus 88, Bripka Iwan Sarjana. Iwan akhirnya dibebaskan oleh para napi teroris pada Kamis 10 Mei 2018 dini hari pukul 00.00 WIB dan langsung dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.

Akibat kerusuhan tersebut, sidang tuntutan Aman yang sejatinya digelar Jumat 11 Mei 2018 sempat ditunda. Penundaan tersebut, selain karena masalah kemanan juga masalah pemberkasan tuntutan yang belum selesai.

Sidang kemudian digelar hari ini, Jumat 18 Mei 2018. Polisi menjaga ketat sidang kali ini. Tim gabungan dari Polri dan TNI dikerahkan untuk menjaga dan mengamankan jalannya persidangan. Total ada 152 anggota Polri dan 30 anggota TNI yang berjaga di luar gedung PN Jakarta Selatan.

 

Sumber: Kumparan

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *