Najib Razak Diperiksa, Amerika Serikat Meminta Malaysia Kerja Sama Investigasi Skandal 1MDB

oleh -197 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengatakan akan terus melanjutkan investigas terhadap skandal mega korupsi 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB, serta menanti kerja sama dengan penegak hukum Malaysia untuk mengusut kasus ini.

 

 

Komitmen itu diutarakan oleh DOJ menyusul langkah Negeri Jiran untuk kembali meneruskan proses investigasi kasus tersebut, serta bertepatan dengan dipanggilnya mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak guna menjalani pemeriksaan di Komisi Anti-Korupsi (MACC) pada 22 Mei 2018.

“Kementerian Kehakiman berkomitmen untuk menjamin bahwa Amerika Serikat dan sistem finansial kami tidak terancam oleh para individu korup dan kleptokrat yang ingin menyembunyikan kekayaannya yang ilegal,” kata Juru Bicara DOJ seperti dikutip dari Channel News Asia, 22 Mei 2018.

Amerika Serikat juga menyatakan hendak memulihkan individu yang merugi akibat skandal 1MDB.

“Kapanpun memungkinkan, aset-aset yang dipulihkan akan digunakan untuk keuntungan orang-orang yang merugi oleh tindakan korupsi dan penyalahgunaan tersebut,” lanjut DOJ.

Otoritas Amerika Serikat mengajukan komplain kerugian (forfeiture complaints) pada 2016 dan 2017 untuk dana yang ditaksir mencapai sekitar US$ 1,7 miliar dalam bentuk aset. Diduga, fulus beserta aset itu ‘disedot secara ilegal’ dari 1MDB.

Kapal super-yacht Equanimity yang digerebek oleh Polri di perairan Bali, Indonesia pada Maret 2018 lalu, diduga merupakan salah satu aset yang dibeli menggunakan dana 1MDB.

Amerika Serikat juga mengajukan komplain kerugian atas dana senilai US$ 4,5 miliar yang ‘dialihkan secara ilegal’ dari 1MDB ke sejumlah perusahaan cangkang (shell/front companies) dan rekening bank yang berlokasi di Amerika Serikat dan negara lain.

Najib Razak Diperiksa Komisi Anti-Korupsi Malaysia atas Skandal 1MDB

Kabar itu bertepatan dengan proses pemeriksaan Komisi Anti-Korupsi Malaysia terhadap Najib Razak pada 22 Mei 2018.

Najib hadir memenuhi panggilan MACC untuk menjalani pemeriksaan seputar keterkaitannya pada skandal mega korupsi 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB senilai milliaran US$. Demikian seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa 22 Mei 2018.

Menurut laporan, MACC akan meminta Najib menjelaskan dugaan transfer dana senilai 42 juta ringgit Malaysia (setara US$ 10,6 juta) dari anak perusahaan 1MDB, SRC International, ke rekening pribadi sang mantan perdana menteri.

Di sisi lain, Najib Razak membantah semua tuduhan sejak skandal itu mencuat pada 2015. Ia berdalih, dana yang ada dalam rekening pribadinya merupakan donasi dari Kerajaan Arab Saudi, bukan dari 1MDB.

Namun pada tahun yang sama, Najib yang masih menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia, mengganti Jaksa Agung Malaysia dan pejabat MACC. Langkah itu dipandang banyak pihak sebagai upaya Najib untuk mengeburu jalannya investigasi.

 

Sumber: Liputan6

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *