Inilah Penyebab Dollar Amerika Serikat Mulai Jinak ke Rp 13.900

oleh

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Setelah lama menunjukkan keperkasaannya, saat ini nilai Dollar Amerika Serikat sudah mulai jinak, lantaran sudah berada di level Rp 13.985 atau mulai meninggalkan level Rp 14.000-an.

 

 

Chief Economist Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih mengatakan melemahnya nilai Dollar Amerika Serikat dikarenakan faktor eksternal dan internal.

“Jadi kalau kita lihat perkembangan penguatan Rupiah beberapa terakhir, katakanlah sejak Pak Perry dilantik, itu juga terbantu dengan pelemahan US$, jadi yang menguat itu tidak hanya Rupiah, begitu juga dengan Rupiah melemah tapi semua mata uang global,” kata Lana pada saat dihubungi, Jakarta, Selasa 29 Mei 2018.

Lana menyebut Dollar Amerika Serikat melemah karena turunnya harga minyak mentah dunia, serta adanya potensi Arab Saudi dan Rusia yang mau menambah produksi minyak. Potensi tersebut membuat harga minyak terus turun dan rentang inflasi pun tidak menjadi tinggi.

Baca Juga: Cara Jitu Mendapatkan Penghasilan Tambahan Hingga Rp 20 Juta

“Globalnya tidak khawatir inflasi, sehingga mereka tidak memburu Dollar, itu faktor global yang membantu, itu faktor dari luar negeri,” tambah dia.

Sedangkan faktor dalam negeri, kata Lana, salah satunya adalah kebijakan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Repo Rate yang dianggap pasar bahwa Rupiah masih dikelola dan dijaga nilai tukarnya oleh pemerintah.

Tidak hanya itu, lanjut Lana, faktor yang berasal dari dalam negeri juga berasal dari siklus permintaan Dollar di dalam negeri sudah menurun. Terutama pada kegiatan transaksi ekspor dan impor.

Lana menceritakan, permintaan Dollar seharusnya tetap tinggi sampai pertengahan Juni. Namun, keputusan pemerintah menetapkan libur Lebaran pada pertengahan Juni, maka transaksi atau permintaan Dollar dipercepat pada dua minggu terakhir bulan Mei.

“Jadi ada percepatan permintaan Dollar, masih ingat kan Rupiah naik setelah suku bunga naik tapi Dollar Rp 14.200 itu karena permintaan Dollar dipercepat. Transaksi besar eksportir dan importir harus dipercepat sebelum Juni,” tutup dia.

 

Sumber: Detik

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *