Bimanesh Sutarjo Divonis 3 Tahun Penjara

oleh -229 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Dokter Bimanesh Sutarjo divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Ia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 150 juta subsidair 1 bulan kurungan.

 

 

Hakim menyatakan Bimanesh bersama-sama dengan Fredrich Yunadi telah terbukti menghalangi penyidikan KPK terhadap Setya Novanto yang kala itu masih menjadi tersangka kasus E-KTP.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana merintangi penyidikan KPK secara bersama-sama dalam perkara korupsi,” kata Ketua Majelis Hakim Mahfudin, saat membacakan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin 16 Juli 2018.

Menurut hakim, Bimanesh menyadari bahwa Setya Novanto saat itu sedang dalam pencarian KPK. Namun ia dinilai tetap menghalangi penyidik KPK.

“Terdakwa mengetahui bahwa Setya Novanto sedang menjalani kasus korupsi E-KTP dan di cari-cari KPK, akan tetapi terdakwa tidak memberitahu kepada KPK bahwa terdakwa akan merawatnya, sehingga pemeriksaan terhadap Setya Novanto jadi terhalangi,” ujar hakim.

Selain itu, Bimanesh juga dinilai terbukti dengan sengaja selalu menonaktifkan ponsel pribadinya setiap setelah memeriksa Setya Novanto. Hal itu membuat penyidik kesulitan ketika akan menghubungi dirinya.

“Terdakwa menyetujui untuk mengubah rekam medis Setya Novanto, meski sudah ada yang dokter menentang hal itu,” kata hakim.

Perbuatan Bimanesh telah terbukti telah melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam pertimbangannya, hakim juga mencantumkan hal yang memberatkan pada Bimanesh. Menurut hakim, perbuatan Bimanesh tidak mendukung program pemerintah dalam upaya memberantas korupsi. Perbuatan Bimanesh dianggap mencoreng profesi dokter.

“Hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, pernah mendapatkan penghargaan di profesi kedokteran, bersikap sopan, dan mempunyai tanggungan keluarga,” ujar hakim.

Atas vonis itu, penuntut umum dan Bimenesh melalui kuasa hukumnya menyatakan akan pikir-pikir.

 

Sumber: Kumparan

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *