Rupiah Melemah ke Level Rp 14,816, Joko Widodo Kumpulkan Menteri

oleh -124 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Presiden Joko Widodo atau Jokowi memanggil sejumlah Kabinet Kerja usai melakukan kunjungan kerja ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait Rupiah yang melemah. Pertemuan dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 3 September 2018.

 

 

Hadir Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, dan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita. Selain itu, turut hadir Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Usai pertemuan, Wimboh mengatakan, Jokowi memberikan arahan agar para menteri dan pimpinan lembaga saling berkoordinasi dalam menghadapi pelemahan rupiah. Jokowi juga meminta agar menteri dan pimpinan lembaga menenangkan publik.

“Koordinasi yang lebih bagus, ngomong kepada publik, supaya masyarakat tidak khawatir. Kan semua punya plan yang bagus. Nanti kita akan bersama-sama dengan Menteri Keuangan dan Gubernur BI untuk melakukan komunikasi publik,” tutur Wimboh di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Untuk mengatasi pelemahan rupiah, lanjut dia, pemerintah punya strategi khusus. Yakni terus mendorong ekspor dan menekan impor.

“Kita koordinasi dan komunikasi bagaimana supaya kita mendorong ekspor. Dan juga untuk impor kita tentunya yang masih bisa diperpanjang atau tidak dilakukan dalam proyek-proyek yang tidak terlalu urgen,” ujar dia.

Wimboh menambahkan, di tengah kondisi rupiah yang melemah, kondisi perbankan cukup aman. “Ini kondisinya perbankan aman. Ini Insya Allah temporary, sementara. Ini kan karena sentimen negatif.”

Rupiah Melemah

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah di perdagangan hari ini, Senin 3 September 2018. Tadi pagi, rupiah dibuka di Rp 14.745 per USD dan saat ini terperosok ke level Rp 14.816 per USD.

Mengutip data Bloomberg, rupiah melemah semenjak akhir pekan lalu. Penutupan perdagangan sebelumnya, rupiah berada di Rp 14.710 per USD.

Berdasarkan laporan Reuters, BI akan intervensi dalam valuta asing dan pasar obligasi. Pada awal pekan ini, nilai tukar rupiah ke posisi 14.777 per USD. Level itu terlemah sejak 1998. Nilai tukar rupiah melemah terhadap USD sekitar 8,93 persen sejak awal tahun.

Pada 2018, rupiah menjadi salah satu mata uang berkinerja buruk di regional. Analis menilai, nilai tukar rupiah yang tertekan itu didorong defisit neraca transaksi berjalan dan kekacauan di pasar negara berkembang yang disebabkan krisis keuangan Turki.

“Kepemilikan asing yang tinggi pada obligasi ditambah dengan utang dolar Amerika Serikat perusahaan Indonesia yang meningkat juga membuat (rupiah) cenderung melemah,” ujar ekonom Mizuho Bank, Vishnu Varathan, seperti dikutip dari laman CNBC, Senin 3 September 2018.

Menurut Moodys, sekitar 41 persen utang pemerintah dalam mata uang asing. Jika rupiah terdepresiasi lebih lanjut akan membuat utang akan lebih mahal untuk kembali dibayar.

Varathan mengingatkan jika kenaikan kredit meningkat lebih lanjut dan harga minyak tetap tinggi jelang sanksi Iran pada November akan menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Ketika harga minyak naik itu berkontribusi pada peningkatan tagihan impor negara,” ujar dia.

Sumber: Liputan6

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *