Lewat Sebuah Surat, Kim Jong Un Ajak Donald Trump Untuk Bertemu Lagi

oleh

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah menerima surat dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang di dalamnya berisi ajakan untuk melaksanakan pertemuan kedua.

 

 

Pihak Gedung Putih bahkan telah mengatur jadwal agar Donald Trump dan Kim Jong Un dapat kembali bertemu menyusul datangnya surat tersebut.

Sebelumnya, pada Jumat pekan lalu, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia berharap Kim Jing Un akan mengiriminya surat, dalam rangka menyambut perayaan HUT ke-70 Korea Utara yang jatuh pada Minggu, 9 September 2018. Dan sejak itu, ia tampak kembali bersemangat tentang keadaan hubungan antara kedua negara, di tengah merenggangnya relasi Washington-Pyongyang beberapa waktu terakhir.

Mengonfirmasi, Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, “Tujuan utama surat itu adalah untuk meminta dan mencari jadwal pertemuan lain dengan Presiden (Trump), yang mana kami (Gedung Putih) sangat terbuka (atas usulan itu) dan sudah dalam proses mengkoordinasikannya,” ujarnya dalam sebuah konferensi pers sambil menunjukkan bukti fisik surat tersebut pada Senin 10 September 2018, seperti dilansir ABC.net.au, Selasa 11 September 2018.

“Surat itu sangat hangat, sangat positif,” lanjut Sanders.

Kedua pemimpin telah membahas program nuklir Korea Utara sebagai salah satu isu dalam pertemuan puncak pertama kali di Singapura pada 12 Juni 2018 lalu. Namun, banyak pihak mengkritik hasil pertemuan itu karena tak merinci langkah konkret untuk mencapai tujuan denuklirisasi dan kurangnya perkembangan positif pasca-pertemuan.

Donald Trump sendiri sempat menunjukkan sejumlah kekecewaannya atas sikap Korea Utara yang tampak tak bekomitmen penuh untuk mencapai denuklirisasi. Puncaknya adalah ketika ia membatalkan kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Pyongyang akhir Agustus lalu, dengan menggarisbawahi soal ‘tak terlaksananya denuklirisasi di Korea Utara’ sebagai alasan pembatalan lawatan.

Di sisi lain, Korea Utara telah mendesak Amerika Serikat untuk memberikan imbalan atau balas jasa terlebih dahulu sebagai insentif atas perubahan sikap mereka dengan tidak lagi merongrong akan menembakkan rudal dan sepakat untuk bertemu Trump di Singapura sepanjang tahun ini, sebelum kedua negara menegosiasikan seputar denuklirisasi.

Balas jasa itu dapat berupa; peringanan hingga pencabutan sanksi ekonomi, demiliterisasi AS di Semenanjung Korea, hingga secara resmi mengakhiri Perang Korea 1950-53 (yang hanya berakhir dengan status gencata senjata).

Kendati demikian, menyusul datangnya surat dari Kim Jong-un kepada Trump, Sanders menggarisbawahi bahwa itu menunjukkan “keberlanjutan komitmen untuk berfokus pada denuklirisasi di Semenanjung Korea.”

Meskipun Korea Utara telah menghancurkan setidaknya sebagian dari lokasi uji coba nuklirnya, dan mengatakan telah membongkar tempat uji coba rudal, mereka belum mendeklarasikan isi dari persenjataan atomnya atau mengambil langkah konkret untuk mengakhiri program senjatanya.

Bulan lalu, badan pengawas energi atom dan nuklir yang terafiliasi PBB (IAEA) mengatakan mereka memiliki “keprihatinan serius” tentang kelanjutan dan pengembangan program nuklir Korea Utara.

 

Memuji Kim Jong Un Untuk Tidak Memamerkan Rudal Balistik

Sementara itu, mengomentari soal gelaran parade militer HUT ke-70 Korea Utara di Pyongyang, di mana untuk pertama kalinya negara tersebut tak memamerkan rudal balistik antar benua (ICBM), Sekretaris Pers Gedung Putih Sanders mengatakan, “itu adalah pertanda baik”.

Donald Trump juga telah memuji Kim Jong Un karena tidak memamerkan ICBM pada perhelatan tersebut.

“Ini adalah pernyataan yang besar dan sangat positif dari Korea Utara,” kata Trump lewat akun Twitter pribadinya @realDonaldTrump.

Korea Utara mungkin ingin menahan diri untuk tidak memasukkan ICBM-nya dalam pawai untuk menghindari iritasi Amerika Serikat, kata satu sumber diplomatik, demikian seperti dikutip dari The South China Morning Post.

Hal tersebut adalah sebuah anomali, karena, pada sebah parade Februari 2018 jelang Olimpiade Musim Dingin PyeongChang di Korea Selatan, Pyongyang menampilkan apa yang tampak sebagai ICBM seperti Hwasong-15, rudal balistik yang mampu mengirimkan hulu ledak nuklir ke kota mana pun di daratan Amerika Serikat.

Dalam pembicaraan dengan utusan khusus Presiden Korea Selatan Moon Jae In pada hari Rabu di Pyongyang, Kim Jong Un menegaskan kembali komitmennya untuk mencapai denuklirisasi di Semenanjung Korea, pihak Istana Kepresidenan Korea Selatan melaporkan.

Kim Jong Un baru-baru ini berjanji untuk meningkatkan ekonomi negara bukannya mengembangkan senjata nuklir dan rudal balistik.

Korea Utara juga telah setuju untuk mengadakan pertemuan puncak antara Moon Jae In dan Kim Jong Un di Pyongyang pada 18-20 September, kata pemerintah Korea Selatan.

Sumber: Liputan6

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *