Prabowo Tidak Rela Bangsa Dikuasai Segelintir Orang di Jakarta

oleh

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto mengklaim tidak haus kekuasaan. Dia masih terjun ke dunia politik karena tidak rela melihat ketimpangan hajat hidup di Indonesia.

 

 

“Saya berkali-kali disindir dan diejek serta dituduh yang macam-macam, mereka mengatakan bahwa saya haus kekuasaan. Saya bertanya kepada diri saya sendiri apa benar seperti itu, karena saya masih di politik karena tidak rela keadilan terus berjalan di negara dan masih banyak rakyat yang miskin serta tidak rela segelintir orang di Jakarta mencuri kekayaan bangsa ini,” ujar Prabowo seperti dikutip Antara saat memberikan sambutan di Haul KH Abdullah Syafi’ie di Ponpes As-Syafi’iyah Pulo Air Kabupaten Sukabumi, Jabar, Minggu.

Jakarta merupakan ibu kota pemerintahan yang berada di Pulau Jawa. Kota metropolitan menjadi magnet perekonomian dan pusat kebijakan pemerintahan.

Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2018 sebesar 5,27 persen. Jika dihitung secara kumulatif, angka pertumbuhan ekonomi sampai semester I tahun ini sebesar 5,17 persen.

Namun, pertumbuhan ekonomi yang tinggi di kuartal II-2018 masih menunjukkan bahwa perekonomian nasional masih terpusat di Jawa dan Sumatera.

Kepala BPS Suhariyanto menyebut pertumbuhan ekonomi pulau Jawa mencapai 5,69 persen namun kontribusinya paling besar dengan 58,61 persen, disusul oleh pulau Sumatera yang ekonominya tumbuh 4,65 persen dengan kontribusinya 21,54 persen.

Sedangkan untuk pulau Kalimantan, ekonominya tumbuh 3,31 persen dengan kontribusi 8,05 persen, pulau Sulawesi ekonominya tumbuh 6,75 persen dengan kontribusi 6,20 persen, pulau Bali dan Nusa Tenggara ekonominya tumbuh 3,75 persen dengan kontribusi 3,06 persen.

Ini adalah kali ketiga Prabowo terjun pemilihan presiden. Dua ajang Pilpres sebelumnya berujung kekalahan untuk Prabowo. Ketua Umum Gerindra itu kini maju didampingi cawapres Sandiaga Uno.

Prabowo masih terjun di politik karena setiap kali datang ke suatu tempat di Indonesia kerap tergerak menyaksikan ketimpangan di daerah. Atas dasar tersebut dia mengaku tidak bisa bersandiwara dengan gaya pidato yang normatif saja.

Buku Paradoks Indonesia menjadi sari pemikiran Prabowo hasil perjalanannya keliling Indonesia selama 18 tahun. Dalam buku tersebut Prabowo menganggap sistem ekonomi Indonesia keliru karena bertentangan dengan undang-undang dasar 1945 yang menuntut bangsa berdiri di atas kaki sendiri.

“Sistem ekonomi yang dibuat saat ini yang kaya hanya segelintir orang saja, serta sistem ekonomi membuat kekayaan Indonesia diambil keluar negeri. Sehingga orang seperti saya ini tidak disukai oleh elite, maka dari itu saya ingin menggugah rakyat agar sadar bahwa apabila kekayaan bangsa kita diambil terus suatu saat negara kita akan kolaps atau hancur,” kata dia.

Sumber: CNN Indonesia

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *