Joko Widodo Blak-blakan Soal Tudingan Pemimpin Zalim dan Antek Asing

oleh

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Mendapatkan tudingan sebagai pemimpin zalim atau pemimpin yang mengkriminalisasi warganya sendiri, Presiden Joko Widodo akhirnya buka suara.

 

 

Dalam program NET TV, ’30 Menit Bersama Presiden’, yang dipandu oleh Rikha Indriaswari, Minggu 7 Oktober 2018 malam, Joko Widodo pun mempertanyakan siapa yang selama ini terzalimi dan dizalimi.

1. Joko Widodo pertanyakan siapa yang selama ini dizalimi dan terzalimi

Selama masa kepemimpinannya, Jokowi selalu disebut sebagai bagian dari PKI, antek asing, tidak pro Islam, bahkan juga dikatakan sebagai pemimpin yang menzalimi warganya. Mendengar semua tudingan tersebut, Jokowi pun menanyakan siapakah selama ini yang dizalimi dengan banyak tudingan seperti itu.

“Coba dilihat, PKI antek asing, kriminalisasi ulama, dan lain-lain, itu saya yang menzalimi atau ada yang menzalimi saya. Lihat baik-baik. Jangan dibolak-balik, siapa yang terzalimi dan siapa yang dizalimi menjadi jelas,” ungkap Jokowi.

2. Jokowi minta masyarakat bedakan kritik dan hujatan

Menurutnya, tidak ada larangan dalam berdemokrasi memberikan saran dan masukan kepada pemerintah. Namun, masyarakat juga harus bisa membedakan mana kritik dan mana hujatan. Karena bagi dia, itu adalah hal yang berbeda.

“Tolong dibedakan yang namanya kritik dengan menghina itu berbeda. Kritik dengan menghujat itu berbeda. Kritik dengan hoaks, berbeda. Harus dibedakan betul, jangan dicampur tidak jelas. Itu bukan demokrasi tapi anarkis,” jelas mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

3. Jokowi jawab tudingan antek asing kepadanya

Jokowi juga mengklarifikasi tudingan antek asing yang diberikan kepadanya. Ia mempertanyakan antek asing seperti apa yang dikatakan kepada dirinya. Kemudian Jokowi memberikan bukti bahwa ia bukanlah antek asing.

Di antaranya adalah Blok Mahakam yang per Januari 2018 telah diserahkan kepada PT Pertamina (Persero). Selain itu, Freeport yang juga sudah mendapatkan persetujuan agar Indonesia bisa menguasai 51 persen.

“Sama lagi ini pasti juga untuk kepentingan politik. Antek asing yang seperti apa? Freeport sudah melewati agreement, sudah tanda tangan kita mendapatkan 51 persen yang sebelumnya hanya 9 persen. Terus antek asingnya dimana? Jangan dibolak-balik,” ujarnya.

Sumber: IDN Times

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *