Kasus Ratna Sarumpaet, Contoh Politik Kebohongan Yang Berimbas ke Akar Rumput

oleh -110 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Kasus kabar kebohongan Ratna Sarumpaet menjadi salah satu cerminan yang kini terjadi di dunia politik Indonesia menjelang Pilpres 2019.

 

Bahayanya, Political les dan lies politics itu justru melanda banyak kalangan elite politik yang mengimbas ke lingkungan pemilih akar rumput.

Demikian diungkap Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra.

“Political lies dan lies politics itu justru banyak melanda kalangan elite politik yang mengimbas ke lingkungan pemilih akar rumput,” ujar Azra dalam keterangannya, Senin 22 Oktober 2018.

Diharapkan, masyarakat di akar rumput tidak menjadi seperti rumput kering yang sangat mudah tersulut dan terbakar kebohongan politik sumbu pendek.

Azra melanjutkan, rangkaian kebohongan Ratna Sarumpaet turut menyeret sejumlah politisi di dalamnya. Hal itu, sudah barang tentu bisa dijadikan senjata bagi khususnya kelompok oposisi dalam hal ini Tim Kampanye Capres-wapres Prabowo-Sandi untuk kemudian memviralkan kasus itu melalui media sosial.

“Tanpa Verifikasi, kebohongan Ratna Sarumpaet segera di viralkan kalangan elite politik pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomer urut 2, dimedia sosial dengan cepat menjadi isu politik” jelasnya.

Penyebaran itu dianggap Azra sebagai cara untuk mendiskreditkan lawan politiknya dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang. Terbukti setelah Polri menyatakan bahwa tidak menemukan bukti hahwa Ratna Sarumpaet dipukuli di Bandung, dan Ratna Sarumpaet pun mengakui perihal kebohongannya itu.

Polri segera menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka dan sejumlah elit politik pun turut diperiksa sebagai saksi dalam kasus Ratna Sarumpaet tersebut.

Dengan begitu dia kemudian menyebut kasus kebohongan politik Ratna Sarumpaet menjadi sangat sarat dan tumpang tindih dengan politik kebohongan yang tanpa bukti, dan tanpa verifikasi kebenaran.

“Politik kebohongan secara sederhana berarti politik tanpa bukti, tanpa verifikasi kebenaran atau ketidakbenaran informasi, fakta dan data terkait” paparnya.

Tanpa proses ini, menurut Azra politik menjadi sarat kebohongan dan manipulatif yang satu tujuannya, mengarah untuk menyerang lawan politiknya dengan membuat isu dan memviralkan isu-isu kebohongan.

Sumber: Merdeka

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *