Edi Rahmayadi Akhirnya Mundur dari PSSI, Inilah Alasannya

oleh -41 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi mundur dari jabatannya.

Kongres PSSI 2019 digelar Minggu 20 Januari 2019 pagi di Sofitel Bali, Nusa Dua Beach Resort, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi pun memberikan pidato umum sebelum pembukaan Kongres.

Di tengah-tengah pidato umum sambutannya, Edy Rahmayadi memohon izin mengundurkan diri dari jabatannya.

“Saya nyatakan hari ini saya mundur dari Ketua. Dengan syarat jangan khianati PSSI ini. Jangan karena satu hal lain terus kita bercokol merusak rumah besar ini. Saya mundur bukan karena saya tidak bertanggungjawab tetapi karena saya bertanggung jawab,” ucap Edy Rahmayadi dalam pidatonya.

Dan secara otomatis, kepemimpinan berpindah ke Wakil Ketua Joko Driyono, dan penyerahan langsung dilakukan.

Usai memberikan sambutan dan menyatakan mengundurkan diri, Edy Rahmayadi menyalami para tamu undangan dan langsung keluar ruangan.

Rangkap Jabatan

Seperti diberitakan sebelumnya, publik banyak mempertanyakan rangkap jabatan di tubuh PSSI.

Namun demikian, PSSI tidak akan membahas masalah rangkap jabatan tersebut pada Kongres Tahunan di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Badung, Minggu 20 Januari 2019.

Dalam daftar pengurus PSSI sekarang, sejumlah pejabat tinggi diketahui merangkap jabatan.

Seperti halnya Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, yang kini juga menjadi Gubernur Sumatera Utara, dan Djoko Driyono selaku Wakil Ketua Umum menjadi pemilik saham Persija Jakarta.

Ada pula Iwan Budianto, Kepala Staf Ketua Umum PSSI, yang juga menjabat sebagai CEO Arema FC.

“Tidak dibahas (rangkap jabatan), dikarenakan itu salah satu pertanyaan yang sudah dua tahun yang lalu ditanyakan,” ujar Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, Sabtu 19 Januari 2019.

“Secara statuta (PSSI), tidak ada yang mengatur hal tersebut (rangkap jabatan), jadi apabila tidak ada pelanggaran secara statuta, maka tidak diperlukan dibahas,” sambungnya.

Kasus match fixing yang sedang membidik para pelaku sepak bola di Indonesia juga tidak akan dibahas.

Dua pengurus PSSI, Johar Lin Eng (Exco) dan Dwi Irianto (Anggota Komdis), sudah ditangkap oleh Satgas Anti Mafia Bola bentukan Polri.

“Belum sampai ke sana,” kata Ratu Tisha menambahkan.

Sementara itu, beredar kabar akan ada pengurus PSSI yang diciduk Satgas Anti Mafia Bola di arena kongres hari ini. Disebutkan, Satgas Anti Mafia Bola saat ini juga telah berada di Bali.

Ketua Satgas Hendro Pandowo dan Krishna Murti sebagai Wakil Satgas beserta jajaran dilaporkan telah berada di Bali sejak beberapa waktu sebelumnya.

Sebelumnya, Karopenmas Mabes Polri menyatakan usai Kongres PSSI akan ada tersangka baru lagi. Bahkan diduga kuat tersangka baru ini adalah pejabat teras PSSI.

Terkait akan ada tersangka baru di tubuh PSSI, Ratu Tisha, pun tak ingin berkomentar.

“Kita no comment, kita tidak ingin niat kita untuk sepak bola menjadi kontra-produktif, kalau kita saling tanggapi di media,” katanya.

Di sisi lain, Ratu Tisha juga menyatakan PSSI telah bekerja menginvestigasi potensi pengaturan skor atau match fixing di sepak bola Indonesia.

“Perlu diketahui bahwa ada dua hal yang sementara diinvestigasi PSSI melalui Komdis dan Badan Yudisial, itu tanpa diberi tahu pun, tanpa orang mengingatkan, sudah tugas kami sesuai statuta, dan arahan FIFA, untuk menjaga integritas sepakbola,” ujarnya.

Riwayat Jabatan Edi Rahmayadi

*TNI

Pangkat Letnan Dua s/d Kapten:

Danton di jajaran Kopassus (1985)

Danton Kostrad (1985)

Danton Yonif 321/Galuh Taruna Kostrad (1985)

Danton Yonif 323/Buaya Putih Kostrad (1986)

Danton Yonif 2/A 323/Buaya Putih Kostrad (1987)

Danton I/B Yonif 323/Buaya Putih Kostrad (1988)

Dankipan B Yonif 323/Buaya Putih Kostrad (1989)

Dankipan A Yonif 323/Buaya Putih Kostrad (1993)

*Pangkat Mayor

Kasi Ops dan Org Bagsis (1995)

Ps Pbdy Lat Kodam I/Bukit Barisan (1998)

Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 100/Prajurit Setia, Kodam I/Bukit Barisan (1998)

Kasi Ops Rem 031/WIrabraja, Kodam I/Bukit Barisan (2001)

Kasi Ops Rem 011/Lilawangsa, Kodam Iskandar Muda (2001)

Pangkat Letnan Kolonel

Komandan Kodim 0316/Batam, Kodam I/Bukit Barisan (2002)

Kepala Staf Korem 031/Wirabraja, Kodam I/Bukit Barisan (2004)

Pabandya-3/Banglarsat, Paban III/Binorg, Sopsad (2006)

Dosen Gol. IV Seskoad (2007)

Patun Seskoad (2007)

Pangkat Kolonel

Asops Kasdam Iskandar Muda (2008)

Komandan Resimen Taruna Akademi Militer (2010)

Pamen Denma Mabesad (2011)

Pangkat Brigadir Jenderal

Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap Kodam XVII/Cendrawasih (2012)

Dir Pemantapan Semangat Bela Negara, Deputi Bidang Pemantapan Nilai Kebangsaan, LEMHANAS RI (2013)

Pangkat Mayor Jenderal

Panglima Divisi Infanteri I Kostrad (2014)

Panglima Kodam I/Bukit Barisan (2015)[5].

Pangkat Letnan Jenderal

Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (2015-2018)

*Sipil

Ketua PSSI (2016 – 2019)

Gubernur Sumatera Utara (2018 – sekarang).

Sumber: Tribun

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic
Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *