Terancam Denda Rp 71 Triliun, Malaysia Lanjutkan Proyek China

oleh -25 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pembangunan proyek kereta sepanjang 640 kilometer yang didanai dengan pinjaman dari China.

Ia pada Senin 15 April 2019, mengatakan keputusan tersebut diambil karena Malaysia dihadapkan pada pilihan sulit.

Malaysia akan terkena denda sebesar US$ 5 miliara atau setara Rp 71 triliun (kurs Rp 14.211 per US$), jika proyek tersebut dihentikan.

“Karena itu, kami memilih untuk kembali ke meja perundingan dan menyerukan kesepakatan yang lebih adil, dimana kebutuhan rakyat Malaysia akan diprioritaskan,” katanya seperti dikutip dari AFP, Senin 15 April 2019.

Ia mengatakan kelanjutan proyek kereta tersebut akan berbeda dari rencana awal. Perbedaan salah satunya terdapat pada nilai investasi.

Pada masa pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak, proyek kereta api tersebut diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 225 triliun. Pekan lalu, nilai investasi proyek dipangkas tinggal Rp 151 triliun.

Selain perubahan nilai investasi tersebut, China juga sepakat akan membantu operasional dan pemeliharaan jalur kereta supaya beban keuangan yang dialami Malaysia atas keberadaan proyek tersebut lebih ringan.

Sebagai informasi, pemerintah Malaysia di bawah pemerintahan Mahathir Mohamad beberapa waktu lalu memutuskan untuk membatalkan proyek kereta yang didanai pinjaman dari China. Pembatalan dilakukan karena Mahathir merasa proyek tersebut bisa memiskinkan negaranya.

Kekhawatiran dipicu oleh nilai investasi proyek yang mencapai US$ 20 miliar. Investasi tersebut rencananya didanai dengan menggunakan dana pinjaman dari China.

Sumber: CNN Indonesia

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *