Ajax Amsterdam, Sang Pembunuh Tim Raksasa

oleh -37 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Ajax Amsterdam tampil sebagai pembunuh tim raksasa dalam Liga Champions 2018/2019 setelah mengalahkan Real Madrid dan Juventus pada fase gugur.

Masuk ke Liga Champions musim ini dengan jatah peringkat kedua Eredivisie musim lalu, Ajax harus menjalani fase kualifikasi lebih dulu.

Potensi Ajax sebagai penghancur tim raksasa sudah terlihat sejak fase grup.
Matthijs De Ligt dan kawan-kawan menyulitkan Bayern yang menjadi favorit juara grup. Dalam dua pertemuan dengan penguasa Jerman itu, skor imbang selalu terjadi baik dalam laga kandang dan tandang.

Kemampuan Ajax meraih 12 poin dari tiga kemenangan dan tiga kali seri membawa mereka ke fase gugur. Berstatus runner-up grup, anak asuh Eric ten Hag harus berhadapan dengan Real Madrid yang menjadi juara grup.

Melawan sang juara bertahan, Ajax tumbang 1-2 ketika bermain di Stadion Johan Cruyff Arena. Dalam lag tandang di Stadion Santiago Bernabeu, Ajax membuat keunggulan Real Madrid tidak berarti.

Permainan ofensif dengan penguasaan bola rapi yang dimainkan wakil Belanda itu membuat Real Madrid tersingkir. Kemenangan 4-1 di Bernabeu tidak hanya menyudahi langkah sang juara bertahan, tetapi juga mengakhiri masa kepelatihan Santiago Solari.

Melewati andangan Madrid, Ajax kemudian bertemu dengan salah satu klub besar Eropa lainnya, Juventus, yang kini diperkuat Cristiano Ronaldo.

Keberadaan Ronaldo memang menjadi sosok penting dalam langkah Juventus musim ini, termasuk ketika membawa Bianconeri unggul lebih dulu dalam leg pertama dan kedua perempat final.

Nama besar Ronaldo dan Juventus tidak dapat menghentikan derap langkah pemain-pemain muda Ajax. Pada musim ini, skuat Ajax memiliki rata-rata usia 24,1 tahun.

Andalan-andalam muda seperti De Ligt, Frenkie de Jong, Donny Van de Beek, David Neres, dan Kasper Dolberg yang belum mencapai 22 tahun berkolaborasi dengan pemain-pemain dengan usia lebih matang seperti Hakim Ziyech, Lasse Schone, Dusan Tadic, dan Daley Blind.

Pada laga semifinal, Ajax akan menghadapi pemenang dalam laga antara Tottenham Hotpsur dan Manchester City. Jika mampu mempertahankan performa, kemungkinan Ajax melaju ke final Liga Champions seperti pada musim 1994/1995 dan 1995/1996.

Sumber: CNN Indonesia

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *