Petisi Stop Izin FPI Tembus 100 Ribu Tanda Tangan

oleh -79 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Petisi stop izin Front Pembela Islam (FPI) di laman Change.org telah ditandatangani lebih dari 100 ribu orang pada Rabu 8 Mei 2019 pagi.

Ira Bisyir selaku pembuat petisi, mengajak masyarakat untuk menolak perpanjangan izin organisasi pimpinan Rizieq Shihab itu.

Petisi berjudul “Stop Ijin FPI” itu dibuat dua hari yang lalu. Ira menggalang petisi tersebut karena menilai FPI sebagai organisasi kelompok radikal.

“Mengingat akan berakhirnya izin organisasi FPI di Indonesia, mari kita bersama-sama menolak perpanjangan izin mereka. Karena organisasi tersebut merupakan kelompok radikal, pendukung kekerasan dan pendukung HTI,” demikian bunyi isi petisi tersebut.

Beragam alasan mewarnai kolom komentar di laman petisi tersebut. Titik Retnowati menuliskan alasan menandatangani petisi tersebut karena FPI dianggap selalu menimbulkan hura-hura. Alasan lainnya dari pendukung petisi itu menilai FPI tidak cocok di NKRI.

“FPI merusak citra dan nama agama Islam. Saya orang Islam tidak setuju dengan tindak tanduk dan kegiatan FPI yang mempolitisi agama Islam” tulis Anita Mulyati menyebutkan alasan menandatangani petisi tersebut.

Status FPI terdaftar sebagai ormas di Kementerian Dalam Negeri akan habis pada Juni 2019. Dalam situs resmi Kemendagri, izin ormas FPI ditandai dengan nomor Surat Keterangan Terdaftar (SKT) 01-00-00/010/D.III.4/VI/2014. SKT itu berlaku sejak 20 Juni 2014 hingga 20 Juni 2019.

Menanggapi petisi yang dibuat di laman change.org itu, Juru Bicara FPI Slamet Maarif menjelaskan organisasinya berstatus terdaftar di Kemendagri. Jika status itu berakhir, kata Slamet, maka pihaknya akan mendaftarkan kembali.

“Itu bukan izin tapi pendaftaran. Ya kami akan daftar kembali,” kata Slamet yang juga Ketua Persaudaraan Alumni 212.

Slamet menilai alasan penolakan itu hanya fitnah murahan. Dia mengatakan fitnah tersebut selalu dipakai oleh pihak yang tidak mau mengakui peran FPI dalam kegiatan kemanusiaan lainnya.

“Suruh mereka belajar baca jangan jadi provokator,” kata pria yang juga menjabat sebagai Juru Kampanye Nasional Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sementara Ketua Umum FPI Sobri Lubis menyebut pihak yang ingin status perpanjangan hukum Ormas FPI tidak diperpanjang atau dicabut adalah orang-orang yang doyan maksiat.

“Mungkin orang-orang yang doyan maksiat ya biasanya mereka yang minta supaya FPI dibubarkan,” kata Sobri.

Dia mengklaim banyak masyarakat yang justru ingin FPI bertambah kuat lantaran FPI tidak kerap mengawal dan mendampingi masyarakat dari kerusakan-kerusakan yang ada saat ini.

Sumber: CNN Indonesia

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *