Jadi Tersangka, Pilot Lion Air Pemukul Karyawan Hotel Langsung Ditahan Polrestabes Surabaya

oleh -33 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Pilot Lion Air, Arden Gabriel Sudarto (29), yang diduga melakukan pemukulan terhadap karyawan La Lisa Hotel, Ainur Rofik (28), telah resmi menjadi tersangka dan ditahan Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan Gabriel sudah ditahan sejak Rabu 8 Mei 2019 malam. Ia ditahan usai menjalani pemeriksaan Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, selama satu jam.

“Pukul 20.00 WIB malam dia datang, pukul 21.00 WIB malam kita lakukan penerbitan surat perintah penahanan. Langsung kami tahan setelah kami periksa, satu jam saja cukup,” kata Barung saat dikonfirmasi, Kamis 9 Mei 2019.

Penahanan tersebut, kata Barung, dilakukan setelah polisi mengantongi bukti yang cukup kiat. Bukti-bukti tersebut antara lain rekaman kamera pengawas (CCTV), keterangan sejumlah saksi ditambah ahli, dan hasil visum korban.

“Bukti dari CCTV, dari keterangan visum et repertum, dari keterangan saksi yang ada, saksi ahli juga akhirnya kami keluarkan surat perintah penahanan,” ujar Barung.

Selain syarat obyektif, Barung menyebut ada pula syarat subyektif yang membuat Gabriel ditahan yakni potensi tersangka melarikan diri.

“Subyektif dikarenakan tersangka dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan ada keinginan publik juga,” kata Barung.

Kini Gabriel pun telah mendekam di Rutan Polrestabes Surabaya. Ia disangkakan pasal penganiayaan, pasal 351 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 335 KUHP, dengan ancaman 2 tahun 8 bulan dan atau 1 tahun penjara.

Sebelumnya, pegawai Hotel La Lisa, Ainur Rofik (28) melaporkan Arden yang diduga melakukan penganiayaan, ke Polrestabes Surabaya.

Rofik resmi melaporkan pada Jumat 3 Mei 2019 pukul 19.00 WIB usai video penganiayaan tersebut viral di sosial media. Laporan diterima dengan nomor STTLP/B/440/V/Res.1.6/2019/SPKT/JATIM/RESTABESSBY.

Terkait penganiayaan yang dilakukan serta proses hukum yang dijalani, Menajemen Lion Air langsung memberikan sanksi larangan terbang atau grounded terhadap Gabriel.

Selain itu, pihak manajemen sudah menemui menajemen hotel, korban, dan keluarganya. Lion Air sudah menyampaikan maaf atas kejadian ini.

“Lion Air telah memutuskan tidak memberikan izin tugas terbang (grounded) kepada AG hingga proses penyelidikan selesai sesuai dengan aturan perusahaan,” ujar Humas Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis, Jumat 3 Mei 2019.

Sumber: CNN Indonesia

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *