Setelah Videonya Viral, Pria yang Mengamuk di Indomaret di Aceh Minta Maaf

oleh -17 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Video seorang pria yang berpakaian gamis putih yang memarahi kasir Indomaret di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara viral. Pria tersebut marah karena merasa dilecehkan terkait sumbangan Rp 1000.

Namun, pria tersebut sudah menyampaikan permohonan maaf. Permohonan maaf itu disampaikan langsung dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi Polres Aceh Utara.

Dalam video tersebut, pria yang diketahui bernama Jakfar Kuba, merupakan seorang ketua remaja masjid Al-Khalifah Ibrahim, Matangkuli.

Dalam video tersebut, Jakfar tampak didampingi oleh tokoh masyarakat, agama, manajemen Indomaret, dan Kapolsek Matangkuli.

“Saya Jakfar Kuba selaku Ketua Remaja Masjid Besar Al-Khalifah Ibrahim, Matangkuli, Aceh Utara. Sebelumnya saya memohon maaf kepada semua pihak atas video yang viral di berbagai media dan berita yang mungkin sudah meresahkan masyarakat,” ujarnya dalam video, Minggu 12 Me 2019.

Jakfar lalu menyampaikan, dirinya bersama dengan pihak manajemen Indomaret telah berteu dan bermusyawarah atas kejadian yang berlangsung pada Sabtu 11 Mei 2019 lalu. Kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah ini melalui musyawarah.

View this post on Instagram

Dimediasi Polisi, Kasus Marah-Marah di Indomaret Karena Sumbangan Rp.1000 Berakhir Damai LHOKSUKON – Kepolisian Resor Aceh Utara bersama jajarannya Polsek Matangkuli, melakukan mediasi antara Kepala Indomaret Cabang Medan dengan Jafar Quba, Ketua Remaja Masjid Al Khalifah Ibrahim, Matangkuli, Aceh Utara Minggu (12/5/2019) sore. Mediasi yang dilakukan terkait peristiwa permintaan sumbangan yang kemudian viral di media sosial. Saat itu, Jafar Quba marah ketika diberi Rp 1.000 oleh karyawan Indomaret. Mereka mengaku meminta sumbangan untuk diberikan kepada umat Muslim di Palestina. Sementara satu orang lainnya, yakni Muhammadiyah yang terekam dalam video ikut marah-marah dan membanting barang di indomaret juga hadir dalam mediasi tersebut. Dalam surat perjanjian damai yang dibuat belah pihak bertandatangan di atas materai Rp 6.000, Jafar Quba dan Muhammadiyah meminta maaf atas peristiwa tersebut. “Kami meminta maaf, ini murni kesalahpahaman dan kita sepakat menyelesaiakannya secara kekeluargaan dan berdamai,” kata Jafar. Sementara itu, Kapolsek Matangkuli, Aceh Utara, Iptu Sudiya Karya, menyatakan, kedua belah pihak sepakat tidak membawa masalah itu ke ranah hukum. “Pihak Indomaret diwakili kepala cabang Medan saudara Muhammad Lukman juga hadir. Kita sepakat berdamai dengan begitu kasus ini ditutup,” kata Kapolsek. ___________________________________ Berakhir Damai ya sobat polri… @divisihumaspolri @multimedia.humaspolri #damaiituindah #cintadamai #divisihumaspolri #multimediahumaspolri #bidhumaspoldaacehupdate #polisihumanis #viral

A post shared by Polres Aceh Utara (@polres.acehutara) on

“Hari ini 12 Mei 2019, kami bersama pihak manajemen Indomaret sudah bertemu dan bermusyawarah. Bahwa segala kejadian yang terjadi pada 11 Mei lalu adalah murni kesalahpahaman dan kami bersepakat bahwa hal ini diselesaikan secara kekeluargaan. Kami berharap hal ini tidak lagi terjadi di kemudian hari,” katanya.

Di akhir video, Jakfar kembali menegaskan permohonan maafnya. Lalu ia bersama manajemen Indomaret saling rangkul dan bersalaman.

“Sekali lagi saya memohon maaf sebesar-besarnya. Semoga di bulan Ramadhan yang berkah ini dilimpahkan kepada kita semua,” katanya.

Kasatreskrim Polres Aceh Utara, Rezki Kholiddiansyah, mengatakan pelaku yang terekam video tersebut telah dilakukan mediasi dan menyampaikan permohonan maaf. Mediasi diinisiasi kepolisian bersama Muspika Kecamatan Matangkuli.

“Pelaku merasa bersalah dan mengaku khilaf serta bermohon untuk tidak diproses hukum dan berharap untuk di selesaikan secara kekeluargaan,” katanya, Minggu 12 Mei 2019.

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *