Jakarta Berangsur Kondusif, Dalang Perusuh Diburu

oleh -38 views

BeritaAkurat.com – Aksi provokatif dan anarkistis yang kembali muncul di beberapa titik lokasi di Jakarta, pada Rabu 22 Mei 2019 malam, berhasil diredam aparat gabungan TNI/ Polri.

Kawasan flyover Slipi, Jakarta Barat, yang sempat ditutup sejak Selasa 21 Mei 2019 siang, sudah dibuka kembali, Kamis 23 Mei 2019 sekitar pukul 02.30 WIB. Kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, yang sempat jadi sasaran pembakaran dan perusakan massa juga demikian.

Kendati begitu, barikade pengamanan masih dipasang di dekat Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, menyusul masih adanya sekelompok massa yang terkonsentrasi di dekat Gedung Direktorat Jenderal Pembendaharaan Kementerian Keuangan, sekitar 100 meter dari posisi aparat.

Sekitar 20 terduga perusuh dijaring saat polisi menyisir Gedung Sarinah. Tidak ada perlawanan. Mereka patuh mengikuti perintah polisi sambil mengangkat tangan ke kepala. Beberapa di antaranya bahkan terlihat menangis.

Di Slipi, personel kepolisian dibantu TNI melakukan mediasi dan negosiasi dengan massa. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengklaim para perusuh sudah berjanji untuk tidak akan melakukan aksi anarkistis kembali.

“Akhirnya kita mencapai titik temu dengan mediasi dari rekan TNI,” kata Hengki.

Sejumlah fasilitas umum, pos polisi, kantor polisi, restoran dilaporkan rusak. Namun tidak ada aksi penjarahan dari perusakan tersebut.

Aktivitas perniagaan di beberapa lokasi kejadian masih berstatus waspada. Sebagian besar memilih untuk berhenti berjualan terlebih dahulu untuk menghindari situasi yang tak diinginkan. Hingga saat ini laporan kerugian belum diketahui.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menyebut kerusakan infrastruktur imbas aksi kerusuhan tidak terlalu parah dan berdampak jangka panjang.

“Ini insidental, semoga terkendali,” kata Ali.

Korban Luka Masih Berdatangan

Korban luka akibat bentrokan masih terus berdatangan di dua rumah sakit di Jakarta Pusat; RSUD Tarakan dan RS Budi Kemuliaan.

Menurut laporan, dua korban luka dibawa dengan ambulans menuju RSUD Tarakan untuk mendapatkan perawatan akibat terkena gas air mata. Keduanya adalah Gilang Ramadhan (17) warga Kebon Kacang dan Fauzi Ilham (17) dari Sawah Besar.

Data korban bentrok antara massa dan aparat yang dipasang di depan ruang instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Tarakan tercatat sudah mencapai 165 orang. Sebanyak 140 di antaranya sudah diizinkan pulang.

Sementara RS Budi Kemuliaan hingga Kamis dini hari, telah menerima 177 korban luka akibat kerusuhan. Tidak ada yang rawat inap, namun tiga korban dengan luka serius sudah dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo, sebut Direktur Pelayanan Medis RS Budi Kemuliaan, Muhammad Rifky.

Sejauh ini biaya pengobatan korban ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sebanyak 30 petugas medis tambahan disiapkan RS Budi Kemuliaan sebagai langkah antisipasi kedatangan korban lainnya.

Memburu Dalang dan Penyandang Dana

Total tersangka perusuh dan penyerang aparat yang sudah ditetapkan Kepolisian Daerah Metropolitan (Polda Metro) Jaya mencapai 257 orang. 75 orang diamankan dari depan Gedung Bawaslu RI, 156 orang dari Petamburan, dan 29 orang dari Gambir.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan saat ini fokus kepolisian adalah memburu dalang sekaligus penyandang dana aksi kerusuhan ini.

Sebab, dari penangkapan para tersangka kepolisian menemukan sejumlah barang bukti berupa senjata termasuk amplop-amplop berisi uang.

Berdasarkan pengakuan para pelaku, mereka mendapatkan perintah dari seseorang. Pelaku umumnya berasal dari luar Jakarta berkumpul di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, dan bertemu beberapa orang yang diduga menjadi pemberi perintah.

Tidak diketahui siapa subjek yang dimaksud.

“Sedang kita gali siapa orang yang ditemuinya dan merencanakan menyerang Asrama Polisi di Petamburan,” kata Argo.

Penegakkan Hukum Tanpa Toleransi

Desakan untuk menindak tegas pelaku perusuh datang dari berbagai penjuru. Calon presiden nomor 01 dan 02, Joko “Jokowi” Widodo dan Prabowo Subianto, sepakat menyatakan untuk tidak memberikan toleransi hukum kepada perusuh.

Hal sama diutarakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seraya menambahkan Jakarta secara keseluruhan masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Asrorun Niam Sholeh berharap aparat segera menindak tegas pelaku agar eskalasi tidak meluas ke wilayah lain.

Niam turut berharap umat dan masyarakat tetap menahan diri dari upaya-upaya provokasi selama bulan Ramadan.

“Setiap muslim wajib memelihara kesucian Ramadan. Jika ada tindakan anarkistis yang dilakukan, maka itu hukumnya haram,” tegas Niam.*. *

Masyarakat yang menyampaikan aspirasi juga harus berada dalam koridor hukum, dilakukan secara santun, dan mewaspadai adanya infiltrasi serta provokasi yang merusak.

Berhenti Menyulut Pertikaian

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan 15 LBH se-Indonesia meminta peran aktif para elite politik untuk meredam intensitas dengan berhenti menyulut pertikaian.

“Berhenti mengorbankan manusia/rakyat, mengupayakan suasana yang menyejukkan dan menyatukan,” ucap pernyataan bersama YLBHI dalam keterangan, Kamis 23 Mei 2019 dini hari.

Masyarakat pun diminta menahan diri dengan bersama-sama menciptakan suasana sosial-politik yang sejuk. Sebab jika dibiarkan, maka potensi eskalasi kekerasan bakal terus terjadi.

Aparat keamanan diharapkan memiliki kesabaran ekstra dalam menghadapi situasi ini. Polisi diminta membedakan perlakuan terhadap massa aksi damai dengan pelaku kerusuhan atau provokator.

Keterlibatan aparat TNI juga perlu dijaga agar tidak melanggar hak-hak masyarakat sipil.

“TNI tidak melibatkan diri tanpa instruksi dari otoritas sipil. Ini untuk menjaga terpenuhinya hak konstitusional berekspresi massa aksi,” kata mereka.

YLBHI juga menyerukan kepada para jurnalis agar berhati-hati menyiarkan berita bermuatan kekerasan. Mereka khawatir berita semacam itu justru memicu provokasi lebih lanjut. Ini diatur dalam Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Media massa perlu terus menjunjung semangat jurnalisme damai.

Jakarta Tetap Aman

Secara keseluruhan, Jakarta tetap aman. Kepala Satuan (Kasat) Binmas Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Syarif Hidayat memastikan bahwa massa hanya akan terkonsentrasi di beberapa titik saja, tidak akan menjalar ke wilayah lain.

Gubernur Anies meminta masyarakat di luar wilayah rawan untuk tetap beraktivitas seperti biasanya. “Hanya di wilayah Petamburan dan Thamrin saja ada pengamanan ekstra,” kata Anies dalam video pendek yang dibaginya di Instagram.

Gerak moda transportasi massal seperti MRT Jakarta, TransJakarta, dan KRL Commuter Line, memang dibatasi ketika masuk ke wilayah Bundaran HI dan sekitarnya.

Namun, di luar dari wilayah tersebut, laju transportasi tetap berjalan seperti biasanya. Kendati begitu, sejumlah perkantoran memang terpantau sepi. Kebijakan bekerja dari rumah menjadi alternatif untuk menghindari kerusuhan yang meluas.

Pihak kepolisian masih akan tetap bersiaga di beberapa lokasi krusial dan ruas jalan untuk mengantisipasi adanya potensi situasi tidak terduga.

Sumber: Beritagar

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *