Mendiang Kim Jong Nam Disebut Informan CIA

oleh -11 views

BeritaAkurat.com – Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dilaporkan merupakan salah satu informan Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (CIA).

Kim Jong Nam tewas diduga dibunuh dalam operasi mata-mata di Bandara Internasional Kuala Lumpur saat menunggu penerbangan menuju Macau pada Februari 2017 lalu.

Mengutip sumber anonim yang diklaim “mengetahui masalah ini,” The Wall Street Journal melaporkan Kim Jong Nam cukup sering berinteraksi dengan CIA meskipun relasi antara keduanya masih belum begitu jelas.

“Ada sebuah hubungan (nexus) antara CIA dan Kim Jong Nam,” bunyi laporan The Wall Street Journal mengutip sumber anonim tersebut, Selasa 11 Juni 2019.

Peran Kim Jong Nam sebagai informan CIA juga disebutkan dalam sebuah buku baru tentang Kim Jong Un berjudul ” The Great Successor” karya seorang reporter The Washington Post, Anna Fifield, yang dirilis hari ini.

Buku itu juga menceritakan bahwa rekaman CCTV dalam perjalanan terakhir Kim Jong Nam ke Malaysia sebelum tewas menunjukkan dia berada di elevator bersama seorang pria berwajah Asia. Pria tersebut dilaporkan merupakan seorang agen mata-mata Amerika Serikat.

Ransel yang disebut dibawa Kim Jong Nam dalam momen itu dilaporkan berisi uang US$120 ribu yang diperkirakan merupakan upah terkait aktivitas intelijen atau penghasilan dari bisnis kasino-nya.

The Wall Street Journal memaparkan Kim Jong Nam juga melakukan perjalanan terakhirnya ke Malaysia pada Februari 2017 lalu itu untuk bertemu dengan koneksi CIA-nya. Meskipun begitu, pertemuan itu bukan menjadi satu-satunya alasan Kim Jong Nam melawat ke Negeri Jiran saat itu.

Reuters belum bisa mengonfirmasi kabar ini kepada pihak-pihak yang disebut CIA juga menolak mengomentari laporan The Wall Street Journal.

“Beberapa mantan pejabat Amerika Serikat mengatakan saudara tiri Kim Jong Un, yang telah tinggal di luar Korea Utara selama bertahun-tahun dan tidak memiliki basis kekuatan di Pyongyang, tidak mungkin bisa memberikan rincian informasi negara itu,” papar koran tersebut.

Para eks pejabat Amerika Serikat itu mengatakan Kim Jong Nam hampir pasti berkomunikasi dengan sejumlah lembaga keamanan negara lain, terutama China.

Kim Jong Nam tewas tidak lama setelah dua perempuan asing mengusapkan cairan ke wajahnya saat menunggu di terminal 2 keberangkatan Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017.

Kedua perempuan itu merupakan Siti Aisyah, warga Indonesia, dan Doan Thi Huong asal Vietnam. Keduanya sempat ditahan dan menjalani proses hukum selama dua tahun di Malaysia.

Kedua perempuan itu dituduh membunuh Kim Jong Nam dengan mengusapkan racun saraf VX ke wajahnya. Namun, akibat kurangnya bukti, Malaysia akhirnya membebaskan Siti pada Maret lalu, disusul Doan pada Mei.

Selama ini, Amerika Serikat dan Korea Selatan menuduh otoritas Korea Utara yang memerintahkan pembunuhan Kim Jong Nam. Namun, Pyongyang berkeras membantah tuduhan itu.

Sumber: CNN Indonesia

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *