Yusril: Klaim Menang Prabowo Dikutip dari Ahli Tidak Dikenal

oleh -42 views

BeritaAkurat.com – Ketua Tim Kuasa Hukum pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, menyindir paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menjadikan pendapat ahli biometric software development Jaswar Koto sebagai dasar klaim kemenangan di dokumen gugatan.

Yusril menyebut klaim kemenangan 54 persen Prabowo-Sandiaga dalam gugatan dikutip dari ahli tidak terkenal.

“Dari situ ternyata dikutip tim Pak Prabowo-Sandi menentukan angka kemenangan mereka. Jadi bukan yang diumumkan di Jalan Kertanegara, Hotel Sahid, tapi dari seorang yang mengaku ahli IT yang sama sekali kita tidak kenal,” kata Yusril di Gedung MK, Jakarta, Kamis 20 Juni 2019.

Data yang disoroti Yusril adalah kesaksian Jaswar soal penggelembungan 22 juta suara untuk kemenangan paslon 01. Kesaksian itu yang digunakan sebagai petitum Prabowo-Sandiaga.

Yusril menyebut klaim data Jaswar beresiko. Sebab ia menyebut temuan penggelembungan data terus bergerak dan sudah mencapai 27 juta. Padahal klaim penggelembungan suara di petitum hanya 22 juta.

“Saya kira ini ahli yang luar biasa, tapi ya alhamdulilah kami yakin bisa merontokkan seluruh dalil-dalil dari ahli itu walaupun di antara kami tidak ada seorang pun ahli IT,” tuturnya.

Ditemui terpisah, kuasa hukum paslon 02 Prabowo-Sandiaga, Teuku Nasrullah menyampaikan pemaparan Jaswar sudah cukup membuktikan penggelembungan suara oleh 01.

Dengan begitu, klaimnya, suara Jokowi-Ma’ruf akan berada di bawah perolehan Prabowo-Sandiaga.

“Sama sekali pihak termohon KPU tidak membantah tentang ada DPT siluman yang didalilkan oleh Profesor Jaswar, sampai 22 juta tidak dibantah,” ujar Nasrullah.

Sebelumnya, Jaswar Koto yang dihadirkan kubu Prabowo-Sandiaga menyebutkan telah terjadi kesalahan pemasukan data dalam situng KPU.

“Tim kami menemukan pola kesalahan, pemasukan data, menggelembungkan suara 01 dan pengurangan untuk 02,” kata Jaswar dalam sidang Kamis 19 Juni 2019 dini hari.

Kesalahan tersebut, dikatakan Jaswar pada akhirnya menguntungkan pasangan calon Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Sebagai salah satu contoh, Jaswar memaparkan terdapat perbedaan data angka di situng dengan rekapitulasi formulir C1 berdasarkan 63 TPS yang dipilih melalui sistem acak.

Jaswar menyebutkan kesalahan pemasukan data di 63 TPS itu menjadikan pasangan Jokowi-Ma’ruf mendapat tambahan suara sebesar 1.300, sementara pasangan Prabowo-Sandiaga berkurang 3.000 suara.

Sumber: CNN Indonesia

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *