Kapolri Tegaskan Akan Larang Aksi Massa Saat Sidang Putusan MK

oleh -16 views

BeritaAkurat.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan akan larangan adanya aksi massa di sekitar Mahkamah Konstitusi saat sidang putusan sengketa Pilpres 2019.

Tito mengatakan, dirinya telah mendengar adanya pelarangan yang sama oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno agar pendukung tidak mengerahkan massa saat sidang putusan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Tito bahkan sudah menginstruksikan kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Eddy Gatot agar tidak memberikan izin terkait aksi massa tersebut.

“Saya juga sudah menegaskan pada Kapolda Metro dan Kepala Badan Intelijen Kepolisian tidak memberikan izin melaksanakan demo di depan Mahkamah Konstitusi,” tegas Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa 25 Juni 2019.

Menurut dia, alasan pelarangan aksi di MK tersebut didasarkan atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1998 Pasal 6 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

“Di dalam Pasal 6 itu adalah lima yang tidak boleh. Di antaranya adalah tidak boleh mengganggu ketertiban publik dan tidak boleh menganggu hak asasi orang lain dan harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” Tito menjelaskan.

Diketahui, Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) dikabarkan akan menggelar aksi pada 24 hingga 28 Juni 2019 jelang sidang putusan PHPU Pilpres 2019. Aksi bertajuk halal bihalal akbar 212.

Sebelumnya, Juru Bicara PA 212, Novel Bamukmin menerangkan bahwa nantinya ada sekitar 100 ribu orang yang ikut meramaikan aksi massa tersebut. Novel mengatakan kalau aksi massa itu berawal dari ajakan Amien Rais yang ingin mengadakan aksi dalam mengawal jalannya sidang MK.

“Penasehat PA 212 Bapak Amien Rais yang juga dari awal sidang MK mengajak aksi super damai,” kata Novel.

Sumber: Suara.com

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *