Bukan Rp 550 Juta, Seniman Getah Getih: Produksi Tidak Sampai Rp 300 Juta

oleh -48 views

BeritaAkurat.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pernah menyampaikan harga instalasi bambu Getah Getih di Bundaran HI, yang kini sudah dibongkar seharga Rp 550 juta. Tetapi, kreator Getah Getih, Joko Avianto, mengatakan biaya produksi untuk karya seninya itu tidak mencapai Rp 300 juta.

Joko menerangkan, kisaran jumlah yang ia ketahui hanya sekedar biaya produksinya. Ia tidak tahu rincian pengeluaran seluruhnya mencapai Rp 550 juta sesuai dengan yang disebutkan Anies.

“Saya lupa, yang jelas tidak sampai Rp 300 juta itu, enggak sampai segitu. Ya enggak sampai,” ujar Joko saat dihubungi, Kamis 19 Juli 2019.

Meskipun demikian, Joko mengakui masih ada biayalainnya selain biaya produksi selama pembuatan hingga pembongkaran patung yang berumur 11 bulan itu. Diantaranya seperti pemasangan tanaman, perawatan patung, hingga biaya pekerja.

“Semalam misalnya bongkar ada crane, ada mobil angkut itu masa enggak dihitung sih? Ada juga biaya pasang, juga perawatan,” kata Joko.

Menurut Joko, seluruh biaya yang digunakan untuk pembuatan instalasi getah getih tidak berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Dananya diambil secara konsorsium dari Cooperate Social Responsibility (CSR) perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Tiap perusahaan tidak selalu menyumbang uang. Menurut Joko, banyak juga perusahaan yang menyumbang berupa material atau barang.

“Prakteknya itu enggak berupa uang semua,” jelas Joko.

Namun, Joko tidak mengetahui apakah seluruh material, dana sumbangan, perawatan hingga pembongkaran nilainya mencapai Rp 550 juta sesuai dengan yang disampaikan Anies saat pembukaan. Jika memang ada selisih, ia tidak mengetahui kemana sisa atau lebih dari anggaran tersebut.

“Ya kalau dibilang lebih juga bukan berupa uang. Dimakan sama siapa juga saya enggak tahu,” tuturnya.

Kemudian, Joko menilai ungkapan Anies yang mengatakan Rp 550 juta sebagai sindiran bagi para BUMD yang belum memenuhi konsorsium. Rp 550 juta tersebut dianggapnya sebagai nilai yang ditargetkan oleh Anies.

“Rp 550 juta itu ketika Pak Anies menyebutkan di pas pembukaan kan. Itu kayak semacam komando sih maksudnya, ini ditagihkan ke BUMD deh gitu,” pungkasnya.

Sumber: Suara.com

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *