Ini Kata BTP Soal Abdul Somad Dituding Hina Kristen

oleh -34 views

BeritaAkurat.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias BTP mengaku tidak mempermasalahkan jika ada orang yang menghina lambang salib umat nasrani. BTP menduga orang-orang yang mengkritik salib berarti tidak mengerti tentang filosofinya.

“Bagi kami salib itu lambang kemuliaan Allah. Jadi kalah salib digituin oleh orang-orang yang tidak paham, bagi kami tidak masalah,” kata BTP seusai menjadi pembicara seminar kebangsaan bertajuk ‘Dari Aku untuk Indonesiaku’ di Auditorium Q Universitas Kristen Petra Surabaya, Senin, 19 Agustus 2019.

Saat berbicara di depan forum tersebut, Ahok pun sempat menyinggung saat ia dibui di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok karena kasus penistaan agama Islam.

Konteks Ahok saat itu menjawab pertanyaan peserta seminar tentang peran Cina Nasrani yang terpinggirkan di Indonesia. Menanggapi pertanyaan itu, BTP berujar bahwa semua tidak boleh pesimistis bahwa takdir menjadi nasrani Cina bukan berarti dobel minoritas. BTP membandingkan dengan dirinya sendiri, bahwa meski pernah dipenjara, namun tidak mundur dari dunia politik.

Secara berkelakar, Ahok mengatakan bahwa meskipun dipenjara di Mako Brimob, namun hal itu tidak membuatnya tenggelam dari ingar bingar politik.

“Saya masuk Mako Brimob justru promosi, Bos. Jadi kita harus menunjukkan positifnya, santai, jangan biarkan lingkungan mempengaruhi kita,” kata dia.

Ahok sendiri pernah tersandung masalah penistaan agama pada 2017 lalu. Dia dianggap menghina Islam saat berkomentar soal penafsiran surat Al-Maidah Ayat 51. Dia pun sempat divonis dua tahun penjara karena masalah tersebut yang juga membuat dia kalah dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.

Abdul Somad dilaporkan ke polisi setelah video ceramahnya tiga tahun lalu viral di jagad maya. Somad sendiri melalui video yang beredar di sosial media telah mengklarifikasi pernyataan bahwa ceramah itu terjadi pada tiga tahun lalu di dalam ruang tertutup. Konteksnya pun, kata dia, menjawab pertanyaan jemaah.

Meskipun telah mendengarkan penjelasan Abdul Somad, Komunitas Horas Bangso Batak serta Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) tetap melaporkannnya ke Polda Metro Jaya dan Bareskrim Mabes Polri.

Sumber: Tempo.co

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

situs dominoqq online

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *