China Ingin Akhiri Perang Dagang dengan Amerika Serikat

oleh -18 views

BeritaAkurat.com – China ingin mengakhiri perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) melalui negosiasi dan menentang eskalasi konflik. Wakil Perdana Menteri (PM) China, Liu He mengungkapkan sikap itu kemarin.

Liu merupakan pemimpin delegasi perundingan dagang dengan Washington.

Perang dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia itu meningkat pada Jumat 23 Agustus 2019 saat kedua pihak saling mengancam menaikkan tarif. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penambahan tarif sebesar USD 550 miliar pada sejumlah produk China pada Jumat 23 Agustus 2019, beberapa jam setelah Beijing mengumumkan tarif balasan sebesar USD 75 miliar untuk produk Amerika Serikat.

Meskipun demikian, Donald Trump tampak bersikap lebih tenang pada Minggu 25 Agustus 2019 terkait ancamannya memerintahkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat keluar dari China. Liu berbicara di konferensi teknologi di Chongqing, China, bahwa tidak ada satu pihak pun yang diuntungkan dari perang dagang.

“Kami ingin menyelesaikan itu itu melalui konsultasi dan kerja sama dalam sikap yang tenang dan menentang eskalasi perang dagang,” kata Liu yang merupakan penasehat ekonomi Presiden China Xi Jinping, dilansir Reuters.

“Kami yakin eskalasi perang dagang tidak menguntungkan bagi China, Amerika Serikat atau kepentingan warga dunia,” papar Liu.

Liu menjelaskan, perusahaan-perusahaan Amerika Serikat sangat disambut di China dan akan diperlakukan baik.

“Kami menyambut perusahaan-perusahaan dari penjuru dunia, termasuk Amerika Serikat, untuk berinvestasi dan beroperasi di China,” ujar dia.

“Kami akan terus menciptakan lingkungan investasi yang baik, melindungi hak kekayaan intelektual, mempromosikan pembangunan industri cerdas dengan membuka pasar kami, menentang blokade teknologi dan proteksionisme, serta terus melindungi jaringan suplai sepenuhnya,” ungkap Liu.

Belum jelas bagaimana Donald Trump akan memaksa perusahaan-perusahaan Amerika Serikat meninggalkan China. Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin menyatakan Donald Trump dapat memerintahkan perusahaan-perusahaan keluar dari China sesuai Undang-undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional jika presiden Amerika Serikat mendeklarasikan darurat nasional.

Perang dagang telah merusak pertumbuhan global, menyulitkan aliansi dan memicu kekhawatiran pasar bahwa ekonomi global akan mengalami resesi. Bursa global terguncang kemarin setelah berbagai langkah terbaru. Adapun mata uang yuan China turun ke level terendah dalam 11 tahun. Para investor juga mengalihkan modal ke obligasi pemerintah dan emas.

Surat kabar China Daily menyatakan Amerika Serikat tidak akan pernah diizinkan mengontrol nasib China.

“Sudah jelas bahwa perang tarif pemerintahan ini terhadap China dimotivasi politik. Apa yang Washington inginkan dari mitra dagang terbesarnya adalah untuk memainkan biola kedua dan melakukan seperti keinginannya,” ungkap tajuk yang ditulis China Daily.

Donald Trump menanggapi seruan China untuk negosiasi dengan tenang dalam mengakhiri perang dagang. Menurut Donald Trump, seruan Beijing itu pesan yang positif dan harus diterapkan pada situasi di Hong Kong. Presiden Amerika Serikat juga menyatakan pemerintahannya tidak senang dengan cara Organisasi Perdagangan Dunia (WHO) menangani konflik dagang tapi Amerika Serikat sekarang diperlakukan lebih baik.

Sumber: Sindonews

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

situs dominoqq online

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *