Wabah COVID-19, MPR Minta Masyarakat Tidak Mudik

oleh -7 views

BeritaAkurat.com – Badan Nasional Penggulangan Bencana (BNPB) telah menyatakan status keadaan darurat virus Korona hingga Lebaran.

Hal ini membuat ibadah puasa sampai perayaan Idul Fitri diprediksi akan terganggu. Sehingga, MPR mengimbau masyarakat untuk tidak mudik pada Lebaran 2020 mendatang.

Ketua MPR, Bambang Soesatyo mengimbau agar masyarakat dapat mempertimbangkan kembali rencana mudik Lebaran tahun 2020. Untuk mengantinya, dia menyarankan silaturahmi dan komunikasi jarak jauh untuk sementara waktu. Hal itu demi meminimalisasi penularan wabah virus Korona.

Namun jika terpaksa tetap harus melakukan perjalanan mudik, maka masyarakat harus memastikan kesehatan diri terlebih dahulu.

“Misalnya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan, guna memastikan diri tidak terinfeksi virus sehingga tidak menularkan kepada orang lain,” ujar pria yang akrab disapa Bamsoet kepada wartawan, Sabtu 21 Maret 2020.

Politikus Partai Golkar ini juga mendorong pemerintah untuk dapat menyusun rencana cadangan bagi masyarakat dalam menghadapi musim mudik. Seperti dengan mengatur jadwal keberangkatan dan penambahan moda angkutan Lebaran.

“Itu dilakukan supaya tidak terjadi penumpukan orang dan kondisi berdesak-desakan, mengingat masa darurat bencana corona statusnya telah diperpanjang dari 29 Februari hingga 29 Mei 2020,” katanya.

Bamsoet mendorong Pemerintah untuk secara berkala memastikan ketersediaan stok dan kestabilan harga bahan pangan, terutama jelang Ramadan. Selain itu, mendorong Pemerintah memastikan tidak ada kegiatan mudik bersama dan mempertimbangkan untuk mengurangi jadwal angkutan mudik.

Serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat terhadap persoalan mudik yang ditiadakan tersebut.

“Agar seluruh elemen masyarakat dapat memahami dan memiliki kesamaan persepsi terkait hal tersebut,” ungkapnya.

Bamsoet juga ‎meminta kepada pemerintah untuk mempersiapkan tenaga medis dan paramedis di setiap area yang sudah dan masih dalam pemantauan.

“Mengingat masih adanya potensi masyarakat yang melakukan mudik,” ungkapnya.

Bamsoet mengimbau kepada pengurus rumah ibadah untuk membersihkan dan menggulung karpetnya yang berpotensi menjadi tempat penularan Covid-19, dan melakukan penyemprotan desinfektan, serta menyarankan masyarakat untuk membawa perlengkapan ibadah masing-masing.

Terutama yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), agar memiliki kesadaran diri untuk mengisolasi diri atau melakukan social distance sementara waktu.

“Termasuk tidak menghadiri kegiatan yang ramai orang selama Ramadan maupun Lebaran,” pungkasnya.

‎Diketahui Badan Nasional Penggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang status keadaan darurat akibat wabah virus korona. Keputusan itu berdasar pada surat keputusan kepala BNPB Nomor 13.A tahun 2020.

“Menetapkan perpanjangan status keamanan tertentu darurat bencana penyakit akibat virus korona di Indonesia,” ujar Kepala BNPB Doni Monardo dalam suratnya yang diterima JawaPos.com, Selasa 17 Maret 2020.

Dalam surat tersebut Doni mengatakan, perpanjangan status darurat dimulai dari 29 Februari hingga 29 Mei 2020 atau 91 hari. Artinya hingga hari raya Idul Fitri atau Lebaran 2020 masih adanya waspada terhadap Korona. Pasalnya berdasar pada hari cuti bersama libur tanggal merah, pada 24-25 Mei 2020 merupakan Idul Fitri.

Sumber: JawaPos

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *