Alwaleed Bin Talal Dan Tebusan Di Balik Kebebasannya

oleh -367 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Pemerintah Arab Saudi dikabarkan telah membebaskan salah satu pangeran Arab Saudi, Alwaleed bin Talal, yang ditangkap sejak 4 November 2017 atas dugaan korupsi.

 

 

Alwaleed bersama dengan 10 pangeran Arab Saudi lainnya ditahan di sejumlah kamar mewah di Hotel Ritz Carlton, Riyadh, setelah putra mahkota kerajaan, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) mengeluarkan perintah penangkapan atas dugaan kasus korupsi.

Kabar kebebasannya datang dari keterangan dua orang kerabat dekat keluarga Alwaleed yang kemudian dikutip oleh sejumlah media asing, salah satunya Washington Post*. *

BBCmelansir, kebebasan Alwaleed, yang juga merupakan pangeran terkaya di dunia, lantaran dirinya bersedia menyerahkan sejumlah asetnya kepada negara sebagai ganti rugi atas tudingan yang dialamatkan kepadanya.

Belum jelas berapa besar aset yang diserahkan oleh Alwaleed kepada kerajaan.

Melalui wawancara eksklusifnya bersama Reuters, Alwaleed tidak menampik adanya permintaan penyerahan aset dirinya oleh kerajaan. Namun, jumlahnya tidaklah sebesar yang dibicarakan banyak media Barat.

“Aku sempat membaca soal (tebusan) ini. Mereka memberitakan kerajaan menginginkan bagian yang cukup besar dari Kingdom Holding yakni sekitar US $6 miliar. Itu tidak benar. Kami masih berdiskusi dengan pemerintah. Aku tidak bisa menjelaskan lebih jauh soal ini,” sebut Alwaleed, dalam transkrip wawancara yang dibagikan Reuters, Sabtu 27 Januari 2018.

Meskipun mengakui adanya penyerahan sejumlah aset kepada negara, namun dalam wawancara itu Alwaleed tidak serta-merta mengakui keterlibatannya dalam skandal korupsi.

“Aku dan lainnya berada di sini karena kami mendukung pemerintah, karena aku juga bagian dari pemerintah. Aku juga bagian dari keluarga kerajaan. Kami akan terus melanjutkan diskusi kami dengan pemerintah, tapi aku yakin dalam hitungan hari ini semua akan selesai,” ucapnya.

Lagi pula, diakui Alwaleed, keberadaannya selama lebih dari dua bulan di Ritz Carlton tidak membawa perubahan yang banyak baginya. Dia menganggap Ritz Carlton layaknya kantornya sendiri. Alwaleed pun tetap bisa menghubungi keluarganya kapan pun ia mau.

“Aku berjalan-jalan, berenang, berolahraga. Aku membuat program di sini. Aku juga menonton berita,” tuturnya.

Soal lain, pembebasan Alwaleed juga diduga untuk menjaga sentimen positif investor asing di Arab Saudi. Maklum, Alwaleed adalah pengusaha kelas kakap yang banyak menyimpan asetnya di perusahaan Barat seperti Citigroup, Twitter, Apple, Motorola, Lyft, dan lainnya.

Dia adalah sosok penting di Kingdom Holding, perusahaan investasi terbesar di Arab Saudi. Alwaleed juga mengendalikan jaringan televisi satelit yang ditonton di seluruh Arab Saudi.

Forbes (per Sabtu, 27/1/2018) mencatat, jumlah kekayaan pria yang dijuluki Warren Buffet dari Arab ini mencapai US$ 17 miliar atau sekitar Rp 266,6 triliun dan menempatkannya sebagai orang terkaya urutan ke-45 di dunia.

Sejak penahanan puluhan pangeran, pejabat negara, dan beberapa tokoh berpengaruh di Arab Saudi, MBS memang belum pernah muncul di muka umum untuk menjelaskan duduk persoalannya yang sebenarnya.

Banyak juga yang menduga, langkah MBS untuk menahan orang-orang tersebut dan juga mereformasi banyak kebijakan di negaranya adalah untuk mengonsolidasikan poros kekuatan politiknya.

Apalagi, banyak dari mereka yang ditangkap disinyalir tidak mendukung kepemimpinannya.

Di satu sisi, Kejaksaan Arab Saudi pernah menyebut bahwa setidaknya ada aset negara yang hilang senilai US$ 100 miliar atau sekitar Rp1.332 triliun akibat ulah para koruptor. Tidak dijelaskan lebih lanjut siapa koruptor yang dimaksud.

Selain Alwaleed, beberapa sosok lainnya yang dikabarkan telah dibebaskan antara lain Waleed al-Ibrahim, pemilik MBC, media terbesar Arab Saudi; Khalid al-Tuwaijri, mantan Kepala Pengadilan Tinggi Kerajaan; Amr al-Dabbagh, mantan kepala Badan Investasi Umum Arab Saudi; Bakr Binladen, Dirketur Utama Saudi Binladen Group; dan Fawaz Alhokair, pengusaha bisnis ritel mode.

Di samping itu, pengumuman akan dibukanya kembali Hotel Ritz Carlton Riyadh untuk umum per Februari 2018 juga menguatkan sinyal bahwa satu per satu tahanan telah dibebaskan.

Belum ada keterangan resmi dari keluarga kerajaan terkait kabar ini.

 

Sumber: Beritagar

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

One thought on “Alwaleed Bin Talal Dan Tebusan Di Balik Kebebasannya

  1. Ping-balik: see here

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *