Ciliwung Dibeton di Era Ahok, Kenapa Kampung Pulo Masih Banjir

oleh -411 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Banjir masih melanda pemukiman warga Kampung Pulo, di bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta Selatan. Padahal, pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, sudah dilakukan penggusuran pemukiman warga dan pembuatan tanggul beton setinggi satu setengah meter di sepanjang sungai.

 

Luapan Sungai Ciliwung di kawasan Kampung Melayu pada Selasa 6 Februari 2018 menyebabkan ratusan rumah penduduk Kampung Pulo terendam banjir, dengan ketinggian antara setumit orang dewasa hingga atap rumah.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Teguh Hendarwan memiliki 4 jawaban terhadap penyebab banjir di bantaran Ciliwung, Kampung Melayu.

“Banjir ini karena limpasan air melewatu tanggul beton. Ketinggian di Bendung Katulampa mencapai 240 cm, jadi begitu masuk ke Jakarta dari Depok sampai ke angka 400 cm,” ujar Teguh Hendarwan.

Faktor kedua, ujar Teguh Hendarwan, karena proses normalisasi Sungai Ciliwung per akhir Desember 2017 baru mencapai 60%.

Faktor ketiga, kata Teguh, dangkalnya Sungai Ciliwung karena menumpulnya sedimen lumpur di dasar sungai, Akibatnya, air bisa limpas melewati tanggul beton.

“Pengerukan lumpur yang dilakukan juga sudah kita lakukan dari mulai hulu tengah hingga hilir seperti perintah Gubernur, tapi belum 100%,” ujarnya.

Faktor keempat, Hendarwan tidak menampik kemungkinan adanya bagian beton tanggul yang dibuat di era Gubernur Ahok yang bocor yang menyebabkan banjir.

“Kebocoran itu bisa saja terjadi, banyak kemungkinan penyebab banjirnya,” ujarnya.

 

Sumber: Tempo.co

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *