Efek Kerusuhan 22 Mei 2019: Masyarakat Takut, Pertokoan Tutup

oleh -107 views

BeritaAkurat.com – Demonstrasi yang memakai nama Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat pada 21 dan 22 Mei 2019 tidak berhasil mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberikan rekomendasi apapun.

Hasilnya justru dirasakan masyarakat yang takut beraktivitas dan menutup toko-toko mereka di daerah terdampak.

Pada demo yang dilakukan Selasa 21 Mei 2019, misalnya, restoran cepat saji yang berada di seberang Bawaslu, tepatnya di Sarinah mengambil keputusan cepat. Mereka menutup restoran lebih awal.

Padahal biasanya pertokoan itu buka selama 24 jam. Keputusan ini nyatanya membuahkan hasil. Setidaknya karyawan, pengunjung, dan toko itu lolos dari kericuhan Selasa malam dan Rabu 22 Mei 2019 dini hari.

Tidak lama setelah jam buka puasa, toko sudah tidak beroperasi. Sedangkan pada Selasa sekitar pukul 22.30 massa di Bawaslu bentrok dengan pihak kepolisian. Sebagian dibawa ke Polda Metro Jaya.

Berselang tiga jam kemudian, kerichuan juga terjadi di Jalan Sabang yang tidak jauh dari Sarinah. Berdasarkan pantauan di lapangan, massa mengenakan masker dan membawa batu. Di lokasi ini, polisi pun menembakkan gas air mata.

Sementara di Jalan Wahid Hasyim, massa masih mencoba melawan dengan menembakkan petasan ke arah polisi.

Beberapa toko dan perusahaan di sekitaran Gedung KPU dan Bawaslu menghentikan aktivitasnya demi keamanan.

Gold’s Gym di Thamrin City dan Gajah Mada bahkan sudah memberitahukan kepada pelanggannya bahwa pada 22 Mei 2019 mereka tidak akan ada aktivitas. Dua daerah itu dianggap dekat dengan lokasi demonstrasi.

“Kami ingin mengantisipasi dampak dari kemacetan selama hari tersebut dan memastikan semua orang merasa aman dan nyaman,” tulis surat elektronik dari Gold’s Gym, Selasa 21 Mei 2019.

Keputusan ini menjadi penting karena di Pasar Tanah Abang yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari Thamrin City menjadi lokasi bentrok massa dan kepolisian.

Sedangkan dalam surat internal kepada karyawannya, Shopee mengimbau agar tidak ada pertemuan di luar kantor. Mereka diharapkan hanya melakukan aktivitas dari kantor atau dari rumah.

Shopee juga melarang karyawannya terlibat dalam aksi demonstrasi 22 Mei 2019.

“Shopee Team pun diharapkan untuk tidak melakukan hal-hal yang kontraproduktif terkait hasil Pemilu 2019,” tulis keterangan Shopee.

Sedangkan beberapa perusahaan lain juga mengambil kebijakan sama. Mereka menyarankan agar karyawan bekerja dari rumah karena faktor keamanan. Beberapa bahkan sengaja mengalihkan kegiatan ke kantor cabang yang tidak dekat dengan lokasi demo.

Namun, pusat perbelanjaan Grand Indonesia di Bundaran Hotel Indonesia tidak terpengaruh.

Humas Grand Indonesia, Fitri mengaku kegiatan mereka berlangsung seperti biasa. Akan tetapi, sejak Selasa 21 Mei 2019, jalan menuju Bundaram HI melalui Thamrin terlihat sangat lengang dan pengunjung tidak seperti hari biasanya.

“Sejauh ini Grand Indonesia akan berjalan seperti biasa,” kata Fitri.

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *