Inilah 5 Fakta Sidang Setya Novanto, Dari Nama SBY Hingga Hakim Tertawa

oleh -347 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Proses persidangan terdakwa kasus korupsi E-KTP Setya Novanto masih belum usai. Pada Kamis lalu, 25 Januari 2018, sidang memeriksa saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

 

Beberapa fakta baru diungkap dalam sidang Mantan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) itu. Di antaranya nama Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diseret-seret dalam sidang itu. Tidak kalah menarik, hakim berhasil dibuat tertawa oleh saksi pada saat itu.

Saksi-saksi yang dihadirkan ada mantan anggota DPR dari Partai Demokrat periode 2009-2014 Mirwan Amir, Mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman, dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Sugiharto.

Tidak hanya itu, dua saksi lainnya dari pihak swasta, yaitu pengusaha bernama Yusnan Solihin dan Direktur PT Data Aksara Matra, Aditya Priyadi. Yusnan mengaku bersahabat dengan Mirwan.

Berikut beberapa sorotan dari sidang Setya Novanto pada Kamis lalu.

1. Nama SBY Disebut

Mirwan, Yusnan, dan Aditya mendapat giliran pertama untuk bersaksi secara bersama-sama. Sementara Irman Dan Sugiharto dipersilakan oleh Ketua Hakim Yanto meninggalkan ruang sidang.

Mirwan menyebutkan, pernah menyarankan SBY untuk menghentikan proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP). Sebab, Mirwan mendapatkan informasi dari Yusnan bahwa ada masalah di program itu. Mirwan tidak menjelaskan detail apa masalah yang dimaksud.

Pada saat sedang bersama-sama di Cikeas, Mirwan menyampaikan pandangannya itu kepada SBY. Sayang, SBY menolak diberhentikannya proyek E-KTP.

“Tanggapan SBY ini menuju pilkada bahwa proyek ini harus diteruskan,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto menjelaskan, SBY hanya menjalankan amanah undang-undang mengenai E-KTP. Jika saat itu SBY tidak melaksanakan kewajibannya terkait dengan pengadaan E-KTP, kata Agus, ia dapat dinyatakan melanggar undang-undang.

2. Irman Rela Dicabut Nyawanya

Irman blak-blakan saat memberi kesaksian untuk Setya. Irman membantah kesaksian pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong ihwal pertemuannya dengan Setya. Menurut Irman, dirinya mengenal Setya melalui perantara Andi.

“Memutarbalikkan fakta kalau saya yang mengenalkannya,” kata Irman.

Irman memaparkan, pada saat pertama kali bertemu Andi di ruang kerjanya, Andi hendak memperkenalkannya dengan Setya. Hal itu untuk membahas proyek kartu tanda penduduk elektronik atau E-KTP.

Selain itu, menurutnya, Andi pernah menjadwalkan tiga kali pertemuan dengan Setya Novanto untuk membahas proyek megakorupsi itu.

“Kali ini saya dicabut nyawa, saya rela. Itu (Andi) memutarbalikkan fakta,” kata Irman.

3. Setya Novanto Disebut Kunci E-KTP

Andi mengatakan kepada Irman bahwa Setya Novanto adalah pemegang kunci proyek E-KTP. Artinya, anggaran proyek ini ditentukan oleh Setya.

Irman memang tidak mengetahui seperti apa peran Setya dan berapa total uang yang diterima dari aliran dana proyek megakorupsi itu. Ia hanya mendengar dari Andi bahwa Setya Novanto adalah kunci E-KTP.

Adapun Andi menyatakan agar Irman tidak khawatir dengan persoalan uang. Sebab, Andi akan memfasilitasi keperluan dana yang diperlukan Irman. Agar kucuran dana mulus, Irman harus diperkenalkan dulu dengan Setya Novanto.

Sugiharto juga menyatakan hal yang sama. Ia mendengar dari Andi dan Johannes Marliem bahwa kunci E-KTP ada di Setya Novanto.

4. Setya Novanto Minta Maaf

Setya Novanto membantah turut campur tangan dalam pembahasan anggaran proyek E-KTP. Ia juga memohon maaf kepada Irman karena sengaja menolak kedatangan pejabat Kementerian Dalam Negeri itu.

“Irman pernah ke rumah saya bersama Pak Andi (Narogong), tapi tidak masuk. Saya mohon maaf,” kata Setya.

Setya mengaku keberatan dengan kedatangan pihak tertentu yang ingin membahas masalah anggaran. Padahal, kata Setya, dia membiasakan diri menerima tamu di jam berapa pun, bahkan ketika sudah berganti hari.

Kebiasaan menerima tamu jam berapa pun itu, kata Setya, diterapkan saat dia menjabat Ketua Fraksi Golkar dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Jadi saya mohon maaf sekali lagi kalau tidak menerima,” ujarnya.

Irman berujar, Andi pernah menjadwalkan pertemuan dengan Setya sebanyak tiga kali untuk membahas proyek E-KTP. Pertemuan pertama di Hotel Gran Melia, Jakarta.

Pada pertemuan kedua, Andi mengajak Irman berkunjung ke ruang kerja Setya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Barulah Andi menjadwalkan pertemuan terakhir di kediaman Setya di Jalan Wijaya XIII, Jakarta Selatan.

Menurut Irman, Setya Novanto masih menerima tamu pada saat dia tiba. Alhasil, Irman harus menunggu sekitar 20-30 menit. Namun akhirnya Irman memutuskan tidak jadi menemui mantan ketua DPR itu.

“Saya bilang kalau lama tidak usah. Jadi, (saya) tidak ketemu,” ujar Irman.

5. Sugiharto Membuat Hakim dan Pengunjung Sidang Tertawa

Sidang kali ini berlangsung hampir 12 jam. Sidang dimulai sekitar 10.24 WIB dan usai mendekati pukul 22.30 WIB. Mengikuti jalannya sidang dari pagi hingga malam hari bisa saja membuat suntuk.

Namun Sugiharto membuat hakim, jaksa, pengacara, dan pengunjung sidang tertawa. Waktu itu, jaksa memutarkan bukti berupa rekaman percakapan. Jaksa menduga, percakapan itu dilakukan oleh Sugiharto, Johannes Marliem, dan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

Jaksa menanyakan siapa bos dan inisial nama S yang disebut dalam percakapan itu. Awalnya, Sugiharto tampak ragu menyebut nama Setya Novanto. Ia melihat jaksa terlebih dulu sambil tersenyum.

Setelah ditanyakan beberapa kali, Sugiharto menguak bahwa bos dan inisial S itu adalah Setya. Posisi Sugiharto menghadap kiri ke arah meja jaksa. Artinya, Sugiharto membelakangi Setya. Yang lucu, Sugiharto menyebut nama Setya sambil melempar mukanya ke arah mantan ketua umum Partai Golkar itu.

Sugiharto pun tampak polos dan jujur pada saat bersaksi. Hal itu disampaikan oleh Ketua Hakim Yanto.

Sidang lanjutan kasus E-KTP dengan terdakwa Setya Novanto akan digelar Senin mendatang.

 

Sumber: Tempo.co

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *