Keponakan Setya Novanto Ungkap Para Penikmat Uang E-KTP

oleh -302 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Tim Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi menghadirkan keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, untuk bersaksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi E-KTP, Senin, 21 Mei 2018.

Irvanto bersaksi untuk terdakwa Direktur PT Quadra Solutions, Anang Sugiana Sudiharjo.

 

 

Dalam kesaksiannya, Irvanto membeberkan sejumlah nama politikus yang kecipratan uang panas proyek E-KTP. Sejumlah nama politikus tersebut yaitu, Melchias Markus Mekeng, Markus Nari, Chairuman Harahap, Nurhayati Ali Assegaf, Jafar Hafsah, dan Agun Gunandjar.

“Rinciannya, US$ 1,5 juta untuk Chairuman. Pertama diberi US$ 500 ribu, berikutnya US$ 1 juta dolar. Terus ke Pak Mekeng sebesar US$ 1 juta, terus ke Pak Agun US$ 500 dolar dan US$ 1 juta. Terus ke Jafar Hafsah US$ 100 ribu, dan ke Ibu Nur Assegaf US$ 100 ribu,” kata Irvanto di hadapan mejelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin, 21 Mei 2018.

Irvanto menjelaskan pemberian uang kepada dua politikus Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng dan Markus Nari dilakukan di ruangan Ketua DPR, Setya Novanto.

Bahkan, Irvanto mengatakan bahwa Setya Novanto mengetahui dan menyuruh langsung untuk memberikan uang tersebut kepada Markus Nari dan Melchias Mekeng.

“Kebetulan (penyerahannya) di ruangan beliau (Novanto) ada Mekeng dan Markus Nari. Setelah saya bawa uangnya, saya lapor. Katanya (Setya Novanto), ‘langsung saja itu ke Pak Mekeng dan Markus’,” kata Irvanto.

Selain itu, Irvanto juga mengakui telah menyerahkan uang sebesar US$ 1,5 juta kepada mantan Ketua Komisi II DPR RI, Chairuman Harahap. Uang itu diserahkan kepada Chairuman dalam dua tahapan.

Pada tahap pertama, Irvanto menyerahkan uang sebesar US$ 500 ribu di Pondok Indah Mall. Kemudian, pemberian kedua sebesar US$ 1 juta dilakukan di salah satu kafe di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.

“Pertama diberikan (kepada Chairuman) US$ 500 ribu, berikutnya US$ 1 juta,” kata Irvanto.

Selanjutnya, Irvanto menambahkan, pernah memberikan uang proyek E-KTP kepada mantan Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunandjar. Kata Irvanto, Agun kebagian jatah uang proyek E-KTP sebesar US$ 1,5 juta.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Murakabi Sejahtera itu juga kembali mengungkap nama baru yang kecipratan uang panas proyek E-KTP. Politikus dimaksud yaitu kader Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf. dia disebut terima uang panas E-KTP sebesar US$ 100 ribu.

Selain Nurhayati, Irvanto juga menyebut kader Demokrat lainnya yakni Jafar Hafsah, yang menerima uang korupsi proyek E-KTP sejumlah 100 ribu dolar AS. Uang tersebut dialirkan Irvanto dari pengusaha pengatur tender proyek E-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Menurut Irvanto, sebenarnya bukan hanya para politikus tersebut yang menerima uang panas proyek E-KTP. Masih banyak nama lainnya yang ia catat di sebuah buku. Buku tersebut, kata Irvanto sudah diberikan ke penyidik KPK setelah permohonan justice collaborator.

“Untuk yang lain saya lupa. Tapi saya ada catatannya, saya sudah ajukanjustice collaborator,” kata Irvanto.

 

Sumber: Viva

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *