Ketua DPR RI Bambang Soesatyo Dipanggil KPK Terkait Kasus E-KTP Hari Ini

oleh -322 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) akan diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus E-KTP.

 

 

Politikus Partai Golkar itu akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Irvanto Hendra Pambudi (IHP) dan Made Oka Masagung (MOM).

“Iya (Bamsoet) termasuk yang diagendakan Senin. Untuk penyidikan IHP dan MOM,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah pada saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin 4 Juni 2018.

Sebelumnya, Ketua DPR Bamsoet sempat mangkir dari pemeriksaan penyidik KPK terkait E-KTP dengan tersangka Anang Sugiana Sudiharjo pada 20 Desember 2017 dan 16 Januari 2018. Febri mengatakan, pihak KPK berharap Bamsoet memenuhi panggilan penyidik hari ini.

“Surat panggilan KPK terhadap saksi yang akan diperiksa sudah disampaikan secara patut. Jadi kami harap saksi-saksi yang dipanggil memberikan contoh baik dan hadir memenuhi kewajiban hukum tersebut,” kata Febri.

Selain Ketua DPR, KPK juga akan memeriksa sejumlah dari legislatif untuk penyidikan kasus E-KTP pada pekan ini. Febri mengatakan, keterangan anggota DPR dibutuhkan untuk mengkonfirmasi beberapa hal.

“Dibutuhkan keterangan sejumlah anggota DPR untuk mengkonfirmasi aliran dana, proses penganggaran E-KTP dan pengadaan. Jadi, informasi yang kami butuhkan beragam,” kata Febri.

8 Tersangka

KPK telah menetapkan 8 tersangka dalam kasus korupsi proyek E-KTP. Mereka antara lain, mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman, pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri Sugiharto, serta pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Selain itu, dalam kasus yang merugikan negara Rp 2,3 triliun ini, penyidik lembaga antirasuah menjerat mantan Ketua DPR RI Setya Novanto, anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari, pengusaha Made Oka Masagung, keponakan Srtya Novanto bernama Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan Direktur Utama PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo.

Imam dan Sugiharto telah dihukum 15 tahun penjara, Andi Narogong 8 tahun penjara. Sementara itu, Setya Novanto divonus 15 tahun penjara oleh Hakim PN Tipikor. Sedangkan, persidangan Anang Sugiana Sudihardjo masih berlangsung.

Sementara itu, Markus Nari, Irvanto, dan Made Oka Masagung masih dalam proses penyidikan.

 

Sumber: Liputan6

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *