KPK Pertimbangkan Peran Setya Novanto Sebagai Pelaku Utama Korupsi E-KTP

oleh -338 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, menyatakan akan mempertimbangkan peran Setya Novanto sebagai pelaku utama korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP).

 

 

Berulang kali, Setya Novanto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka E-KTP yang lain, Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharjo.

“Sekaligus sebagai bagian dari pertimbangan tehadap permohonan justice collaborator yang diajukan oleh Setya Novanto,” kata Febri di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 31 Januari 2018.

Setya Novanto menyambangi gedung komisi antirasuah selama dua hari berturut-turut, yaitu pada 30 dan 31 Januari 2018. Ia diperiksa sebagai saksi untuk Anang terkait dugaan korupsi dalam pengadaan proyek E-KTP. Sebelumnya, Setya Novanto juga beberapa kali dimintai keterangannya untuk Anang.

Febri memaparkan, proses pembuktian dugaan mega korupsi E-KTP yang dilakukan bersama-sama masih berjalan. Hingga saat ini, tiga orang telah divonis dan terbukti bersalah.

Dua di antaranya dari kluster pemerintah, yaitu pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Irman dan Sugiharto. Sisanya dari kluster swasta, yaitu pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Adapun perkara Setya masih dalam tahap persidangan. Sementara itu, Anang masih berstatus tersangka.

Setya Novanto didakwa jaksa penuntut umum KPK berperan dalam meloloskan anggaran proyek E-KTP di DPR pada medio 2010-2011 saat dirinya masih menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar. Atas perannya, Setya Novanto disebut menerima total feesebesar US$ 7,3 juta. Dia juga diduga menerima jam tangan merek Richard Mille seharga US$ 135 ribu. Setya Novanto didakwa melanggar Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Kini, Setya Novanto sedang mengajukan permohonan menjadi justice collaborator. Seperti yang diketahui, syarat-syarat untuk menjadi JC di antaranya mengakui perbuatan, bersedia terbuka menyampaikan informasi yang benar tentang dugaan keterlibatan pihak lain yaitu aktor yg lebih tinggi atau aktor intelektual atau pihak-pihak lain yang terlibat dan pemohon bukan merupakan pelaku utama dalam perkara.

Bagi yang menerima justice collaborator, seorang pelaku dapat dipertimbangkan untuk menerima tuntutan hukuman lebih ringan. Setelah itu, ketika menjadi terpidana, justice collaborator bisa menerima pemotongan masa tahanan dan hak-hak narapidana lain yang bisa diberikan secara khusus.

 

Sumber: Tempo.co

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *