Pegawai McDonald’s Tertua di Singapura Wafat di Usia 90 Tahun

oleh -296 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Seorang wanita berusia 90 tahun yang merupakan pegawai tertua di restoran cepat saji McDonald’s Singapura dilaporkan meninggal dunia.

 

 

Goh Gwek Eng meninggal dunia pada Senin 22 January 2018. Kabar itu mulai tersebar hingga telinga masyarakat setelah berita kematiannya dimuat di surat kabar berbahasa China Lianhe Wanbao.

Dikutip dari laman Straits Times, Rabu 24 January 2018, Tan Pok Yong (71) yang merupakan anak dari nenek Eng mengatakan bahwa ibunya memang sudah sakit beberapa waktu belakangan ini.

Akibat gangguan kesehatan, nenek Eng harus mengurangi jumlah kerjanya dari 5 hari dalam seminggu, kini menjadi hanya 2 hari saja.

Pada Oktober 2017, nenek Eng kerap muntah-muntah dan sering diare dan harus berhenti bekerja sementara. Menurut keterangan dari tim dokter, ia menderita kanker perut stadium 3.

“Dokter mengatakan bahwa ibu saya terlalu tua dan membutuhkan perawatan. Ia tidak mau menjalani kemoterapi dan memutuskan untuk pulang ke rumah saja,” ujar Tan Pok Yong.

Yong juga menyebutkan bahwa ibunya telah bekerja untuk Mcd selama beberapa dasawarsa. Sewaktu muda, nenek Eng pernah bekerja di Inggris.

Nenek Eng meninggalkan 3 orang anak, 9 cucu dan 13 cicit.

“Ibu Eng sudah bekerja selama 20 tahun di McDonald’s Singapura,” ujar juru bicara McDonald’s Singapura.

“Sebelum meninggal, putri dari ibu Eng sudah mengabarkan kepada pihak kami bahwa kondisi beliau tidak sehat,” tambahnya.

Kesedihan pun dirasakan oleh sang cucu bernama Chen Liyan. Dalam akun Facebook-nya, Liyan menulis bahwa ia berharap dapat menghabuskan Tahun baru Imlek bersama.

“Nenek yang tersayang, kemarin saya sudah menemuimu. Saya tahu bahwa nenek sedang dalam kondisi tidak baik. Padahal saya ingin sekali menghabiskan Tahun Baru Imlek bersama nenek,” tulis Liyan.

 

Nenek Berumur 101 Tahun Meraih Medali Emas Lomba Lari

Jika nenek Goh Gwek Eng adalah seorang nenek yang tangguh karena tetap bekerja di usia tua, maka sama halnya dengan perempuan yang satu ini.

Prestasi yang ditorehkan oleh wanita ini patut diacungi jempol. Karirnya di bidang atletik sangat luar biasa, ia masih mampu mengikuti kompetisi lari di usianya yang sudah menginjak 1 abad lebih 1 tahun.

Namanya adalah Man Kaur si nenek pelari itu. Sejatinya, ia mulai berlari pada usia 93 tahun, namun pada saat berusia 101 tahun, aksinya baru mencuri perhatian dunia dalam pertandingan World Masters Games di Selandia Baru.

Dalam ajang tersebut, nenek Kaur meraih medali emas dengan kategori 100 meter.

Nenek Kaur adalah satu-satunya atlet yang bersaing dalam kategori usia 100+. Ia menyelesaikan lomba lari kategori 100 meter dengan waktu tempuh 74 detik. Media lain menyebut ia merampungkannya dalam 1 menit 14 detik.

Dia disebut sebagai atlet tertua di acara kompetisi beragam olahraga yang diselenggarakan di Selandia Baru. Nenek Kaur kemudian menyandang gelar ‘Miracle from Chandigarh’ yang diberikan oleh media Negeri Kiwi itu.

Nenek Kaur mendapatkan medali ke-17nya dari mantan atlet loncat galah Sergeu Bubka.

World Masters Gamers yang diadakan setiap empat tahun ini diperuntukkan bagi orang-orang dengan kemampuan bervariasi, umumnya berusia 35 tahun atau lebih.

Meskipun sudah sepuh, Nenek Kaur mengatakan bahwa dia akan terus mengikuti ajang lari.

Sumber: Liputan6

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *