Pulau Sentosa Menjadi Tempat Pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un

oleh -363 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Pejabat Amerika Serikat mengatakan pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump akan digelar di sebuah hotel di pulau Sentosa, Singapura. Sebelumnya, lokasi pasti pertemuan antara pemimpin Korea Utara dan Presiden Amerika Serikat itu sangat dirahasiakan.

 

 

Pengumuman lokasi pertemuan di Sentosa ini disampaikan oleh juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders melalui akun Twitternya, Rabu 5 Juni 2018. Dia mengatakan, Hotel Capella di Sentosa dipilih menjadi tempat kedua pemimpin bertemu.

Baca Juga: Cara Jitu Mendapatkan Penghasilan Tambahan Hingga Rp 20 Juta

“Tempat pertemuan di Singapura antara @POTUS dan Pemimpin Kim Jong Un adalah Hotel Capella di Pulau Sentosa. Kami berterima kasih kepada tuan rumah Singapura atas keramahan mereka,” kata Sanders. POTUS adalah singkatan dari Presiden Amerika Serikat.

Jika tidak ada perubahan, pertemuan akan dilaksanakan pada 12 Juni pukul 9 pagi waktu Singapura. Pertemuan nanti akan membahas tindak lanjut rencana perdamaian Korea dan upaya denuklirisasi yang disepakati Kim Jong Un dalam pertemuan dengan Presiden Korea Selatan April lalu.

Awalnya pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump diprediksi oleh media akan digelar di hotel Shangri-La di pusat kota Singapura. Pasalnya, Shangri-La biasa digunakan untuk pertemuan kelas dunia yang dihadiri para pemimpin negara. Selain itu, polisi Singapura telah menetapkan zona aman di sekitar Shangri-La.

Sementara itu, hotel Capella dikenal sebagai hotel liburan yang terletak jauh dari pusat kota, tidak pernah digunakan untuk menyelenggarakan forum internasional. Hotel dengan pemandangan Laut China Selatan dan hutan hujan Singapura ini dilengkapi dengan lapangan golf, taman hiburan, dan spa.

Beberapa artis yang pernah menginap di Hotel Capella adalah Madonna dan Lady Gaga. Lokasinya yang berada di luar pulau Sentosa menjadikan hotel ini pilihan terbaik untuk pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump.

“Lokasi Capella yang terpisah dari pulau utama menjadi tembok virtual untuk menjauhkan ancaman keamanan dari pertemuan tersebut,” kata Muhammad Faizal Abdul Rahman, peneliti keamanan nasional di Singapura dikutip dari This Week on Asia.

Sumber: Kumparan

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *