Sandiaga Uno: Rumah Tapak DP 0 Rupiah di Rorotan Tidak Bisa Diklaim Program Pemprov

oleh -327 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Pemprov DKI Jakarta dan PT Nusa Kirana masih belum sepakat soal skema dan harga rumah tapak di Rorotan, yang akan dijadikan sebagai rumah DP 0 rupiah. Hal ini dikarenakan perbedaan harga yang diberikan oleh pihak pengembang dengan Pemprov DKI Jakarta.

 

 

PT Nusa Kirana meminta harga Rp 350 juta, sementara Pemprov DKI mengusulkan skema FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) dengan harga Rp 148,5 juta. Inilah yang menjadi salah satu kendala kerja sama antara keduanya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pihaknya terus mencari solusi lain agar program rumah tapak di Rorotan dapat terealisasikan.

“Kita masih cari skema apa yang bisa disandingkan. Kalau pakai skema FLPP, kelihatannya belum ada ruang untuk mensinkronkan itu. Tapi kita coba, adakah inovasi lain dari segi skema yang bisa kita tawarkan, sehingga pemerintah bisa memfasilitasi rumah DP 0 rupiah dengan sistem rumah tapak seperti yang dilakukan PT Nusa Kirana,” kata Sandiaga Uno di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis 1 Maret 2018.

Sandiaga Uno mengakui Pemprov DKI Jakarta baru pertama kali menginisiasi kerja sama dengan pihak swasta untuk mewujudkan rumah DP 0 rupiah. Ia memaklumi jika memang ada kesulitan dalam mencari skema kerja sama yang cocok bagi kedua belah pihak.

Meskipun demikian, ia tetap mengapresiasi keinginan PT Nusa Kirana untuk menghadirkan rumah dengan harga terjangkau bagi warga Jakarta. Dalam waktu dekat, Sandiaga akan kembali bertemu dengan PT Nusa Kirana untuk kembali membicarakan soal ini.

“Kita ada keterbatasan regulasi karena program pemerintah, baru jadi nanti bulan April dan kita harus sinkronkan. Dari fasilitas-fasilitas yang akan kita sinkronkan itu yang FLPP, karena batasan-batasan yang ada di FLPP itu belum nyambung dengan program mereka, (sehingga) kita enggak bisa mengklaim itu sebagai program Pemprov DKI Jakarta,” tururnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta Agustino menegaskan akan sulit bagi Pemprov DKI Jakarta untuk bekerja sama dengan PT Nusa Kirana.

“Boleh-boleh aja kalau ada yang mau. Tapi harganya kan belum tentu masuk,” kata Agustino pada saat dihubungi.

Tidak hanya itu, ia juga menyebut sangat tidak mungkin untuk merealisasikan rumah tapak dengan skema DP 0 rupiah di Jakarta.

“Tidak memungkinkan. Tanah di DKI itu mahal sekali. Kalau tipe di Rorotan, tipenya 45, harganya rata-rata di sana (cicilannya) Rp 2,5 juta, coba berapa itu,” pungkasnya.

 

Sumber: Kumparan

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *