Setya Novanto: Fredrich Yunadi Adalah Otak di Balik Trik Menghindari KPK

oleh -306 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Terdakwa Setya Novanto kembali dihadirkan di ruang Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Kamis 3 Mei 2018.

Ia duduk di kursi pesakitan sebagai saksi dalam persidangan dengan terdakwa mantan kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi.

 

 

Setya Novanto sendiri baru saja menyelesaikan persidangan kasus mega korupsi E-KTP. Mantan Ketua DPR itu divonis oleh majelis hakim 15 tahun penjara, denda Rp 500 juta, membayar uang pengganti senilai US$ 7,3 juta dan pencabutan hak politik selama lima tahun.

Dalam persidangan yang digelar hari ini, terungkap fakta Fredrich lah yang merupakan dalang utama dari upaya penghindaran hukum Setya Novanto. Dimulai dari anggota DPR yang disebut memiliki hak imunitas hingga uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai butuh izin Presiden kalau ingin memeriksa Setya Novanto.

1. Fredrich Yunadi sarankan Setya Novanto tidak hadir ketika dipanggil KPK

Di hadapan ketua majelis hakim Machfudin, Setya Novanto mengaku menerima panggilan dari penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan status sebagai tersangka untuk hadir pada 15 November 2017. Tetapi, saat itu, dia harus memimpin sidang paripurna. Sebagai Ketua DPR ketika itu, Setya Novanto wajib hadir dan memberikan pidato.

“Tetap kemudian Pak Fredrich mengatakan sebagai Ketua DPR, ini gak bisa karena anggota DPR memiliki hak imunitas. Ia menunjukan di UU MD3, ada enam alasan yang menyatakan hal tersebut tidak bisa dilakukan dulu,” ujar Setya Novanto sore ini.

Alhasil, sesuai dengan saran Fredrich, Setya Novanto mengirimkan surat ke lembaga anti rasuah kalau ia tidak bisa hadir di pemanggilan pertama karena harus menghadiri rapat paripurna. Selain itu, menurut mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut, ada aturan yang mewajibkan KPK untuk meminta izin kepada Presiden lebih dulu sebelum diperiksa.

Permintaan itu sempat ditolak mentah-mentah oleh lembaga anti rasuah karena dalam aturannya, hal tersebut tidak wajib untuk dilakukan. Tapi, menurut Setya Novanto masukan dari Fredrich itu untuk membuat jelas hingga ada putusan dari Mahkamah Konstitusi.

 

2. Setya Novanto memberikan 10 surat kuasa kepada Fredrich Yunadi

 

Setya Novanto menjelaskan kenal dengan Fredrich Yunadi pada April 2016 lalu di sebuah pusat perbelanjaan. Ia mengaku dikenalkan oleh seorang kader Golkar bernama Karen. Dari Karen pula, Setya Novanto tahu kalau Fredrich Yunadi adalah seorang pengacara.

“Saat itu, dia belum cerita mengenai kasus hukum. Tapi, Pak Fredrich sudah cerita kasus-kasus apa saja yang sudah pernah dia tangani,” kata Setya Novanto.

Ia akhirnya benar-benar menggunakan jasa Fredrich ketika lembaga anti rasuah mulai mencegah Setya Novanto ke luar negeri pada 9 Oktober 2017. Alhasil, Setya Novanto membuatkan surat kuasa bagi Fredrich untuk berbagai keperluan, termasuk pelaporan surat pencegahan ke luar negeri tersebut ke polisi.

“Jadi, secara teknis, Pak Fredrich yang menjalankan masalah-masalah di kepolisian. Saya tidak ikut campur,” kata dia.

Selama menjadi kuasa hukum Setya Novanto, total sudah ada 10 surat kuasa yang pernah ia pegang. Dimulai surat kuasa untuk penanganan kasus pencegahan ke luar negeri, judicial review ke Mahkamah Konstitusi dan mewakili terkait kasus E-KTP.

3. Saling berbagi cerita soal kesehatan dan penyakit jantung

Hubungan antara Setya Novanto dengan Fredrich Yunadi semakin dekat, karena mereka memiliki penyakit yang sama, yakni jantung. Bahkan, khusus untuk membahas itu, Fredrich sempat ngobrol di kediaman Setya Novanto di area Wijaya dimulai dari pukul 23:00 – 01:00 WIB.

Kepada Fredrich, Setya Novanto bercerita kalau ia sering ditanya mengapa sering terlihat mengantuk. Selain itu, Setya Novanto juga suka bingung mengapa tekanan darahnya selalu tinggi pasca operasi jantung.

“Menurut Pak Fredrich, itu disebabkan adanya penyakit hipertensi tinggi. Saya sempat dengar kalau Pak Fredrich sudah pasang 10 ring di jantung. Tapi, belakangan dia ternyata pasang 12 ring,” kata dia.

Fredrich mengaku kenal dengan dua dokter spesialis jantung yakni dr. Santoso Adhiwana dan satu dokter lagi di RS Polri.

Sementara, terkait perawatan Setya Novanto di RS Premier Jatinegara, menurut dia itu bukan atas saran dari Fredrich. Tapi, karena direkomendasikan oleh keluarganya. Keluarga Setya Novanto sudah pernah ditangani oleh dr. Glen S. Donda yang khusus menangani penyakit jantung.

Di RS Premier Jatinegara, Novanto sempat dioperasi dan jantungnya dipasangi dua ring.

“Setelah dioperasi, saya kaget juga karena usai dioperasi, ternyata harus dipasang dua ring. Saya sempat dirawat di RS Premier selama 8 atau 9 hari,” katanya.

 

Sumber: IDN Tiemes

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *