Susilo Bambang Yudhoyono Akan Laporkan Pengacara Setya Novanto ke Bareskrim

oleh -385 views

Situs Berita Terpercaya, Berita Akurat – Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan melaporkan kuasa hukum terdakwa kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) Setya Novanto, Firman Wijaya ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Selasa 6 Februari 2018.

 

 

Firman dilaporkan terkait dugaan tindak pidana fitnah dalam persidangan kasus korupsi E-KTP dengan terdakwa Setya Novanto beberapa waktu lalu.

“Sebagai warga negara yang patuh hukum, hari ini Pak SBY akan melapirkan Firman Wijaya, pengacara Setya Novanto ke Bareskrim. Laporan ini terkait dengan dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Firman Wijaya sehubungan dengan persidangan E-KTP,” kata Didik, Selasa 6 Februari 2018.

Dia menerangkan, nalar, logika dan dasar menarik SBY dalam pusaran korupsi E-KTP sangat konyol, bermuatan sesat, dan jahat untuk membunuh karakter SBY.

Menurutnya, Demokrat menduga Firman ingin membangun sebuah narasi publik yang bisa menimbulkan persepsi merugikan nama baik SBY.

“Dugaan niat dan hasrat yang menyesatkan ini yang merugikan nama baik dan martabat SBY sangat layak dan patut untuk dimintakan keadilannya melalui jalur hukum,” kata dia.

Didik mengatakan, lewat langkah ini SBY mendorong agar hukum ditegakkan seadil-adilnya. SBY juga berharap laporan ke Bareskrim menjadi bagian upaya untuk menguji kebenaran dan mendapatkan keadilan atas hak yang telah dilanggar.

Didik juga berharap, polisi serius dan bersungguh-sungguh dalam menangani laporan SBY ini nantinya. Dia menambahkan, polisi tidak boleh tebang pilih dan pandang bulu dalam menangani laporan masyarakat.

“Polisi harus transaparan, independen dan profesional agar kebenaran dan keadilan bisa ditegakkan,” katanya.

Nama SBY disebut politikus Mirwan Amir pada saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 25 Januari lalu.

Dalam kesaksiannya mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR itu mengaku pernah menyarankan kepada SBY yang kala itu presiden untuk tidak melanjutkan proyek pengadaan E-KTP di Kementerian Dalam Negeri. Namun, proyek senilai Rp 5,9 triliun itu akhinya tetap berjalan.

Sumber: CNN Indonesia

Berita Akurat | Berita Akurat Terpercaya | Berita Terkini | Situs Berita Terpercaya | Berita Akurat Terkini

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *